Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lulusan SMK dan PT Banyak Nganggur, NTB Bakal Bangun Skill Center

Lulusan SMK dan PT Banyak Nganggur, NTB Bakal Bangun Skill Center
Kepala Disnakertrans NTB I Gede Putu Aryadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Share Article

Mataram, IDN Times - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi menyebutkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi (PT) menjadi penyumbang pengangguran terbesar di NTB.

Berdasarkan data BPS pada Agustus 2024, tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK sebesar 4,73 persen dan perguruan tinggi atau universitas sebesar 3,54 persen.

Menurutnya, tingginya tingkat pengangguran terbuka lulusan SMK dan PT menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Untuk itu, prinsip link and match antara lembaga pendidikan, pelatihan, dan industri harus diterapkan secara optimal.

1. Pemprov NTB akan bangun skill center

Ilustrasi Produktivitas Meningkat (unsplash.com/isaacsmith)
Ilustrasi Produktivitas Meningkat (unsplash.com/isaacsmith)

Sesuai program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih, Lalu Muhamad Iqbal - Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), sebagai solusi strategis, Pemprov NTB berkomitmen untuk membangun skill center.

Skill center sebagai pusat pengembangan keterampilan tenaga kerja yang berbasis kebutuhan industri dan mampu mengisi kesempatan kerja formal, baik untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun pekerja dalam negeri.

“Program ini akan berbasis data yang akurat, bukan sekadar asumsi, dan menjembatani kebutuhan antara sektor formal dan informal,” kata Aryadi di Mataram, Selasa (21/1/2025).

Skill center ini diharapkan dapat mencetak tenaga kerja yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah juga akan memaksimalkan peran lembaga pelatihan kerja (LPK) untuk mendukung visi besar ini.

Untuk itu, Aryadi menekankan pentingnya memastikan program kerja yang selaras dengan tujuan besar kesejahteraan masyarakat.

"Kita perlu memastikan bahwa program pelatihan yang dirancang berbasis data dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Tidak boleh asal-asalan, harus konkret dan terukur dampaknya," tegasnya.

2. Susun peta kebutuhan tenaga kerja untuk sektor prioritas

Ilustrasi mencari pekerjaan (Pixabay)
Ilustrasi mencari pekerjaan (Pixabay)

Aryadi mengungkapkan Disnakertrans NTB saat ini sedang menyusun peta kebutuhan tenaga kerja yang meliputi sektor-sektor prioritas, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Dengan data ini, diharapkan dapat merancang program pelatihan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Dia mengajak semua pihak, termasuk lembaga pelatihan, asosiasi, dan perusahaan untuk berkolaborasi dalam menyusun program konkret peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Mantan Kepala Diskominfotik NTB ini meminta agar lembaga-lembaga pelatihan dapat menjalin kemitraan yang erat dengan perusahaan-perusahaan di berbagai sektor, sehingga lulusan pelatihan memiliki peluang kerja yang lebih besar.

"Selain itu, kami juga mendorong adanya program magang atau praktek kerja yang lebih intensif di perusahaan. Dengan demikian, tenaga kerja yang dihasilkan benar-benar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Aryadi.

3. Angkatan kerja naik sebanyak 216,34 ribu orang di NTB

Ilustrasi pencari kerja (dok.um surabaya)
Ilustrasi pencari kerja (dok.um surabaya)

Aryadi menyebutkan berdasarkan data BPS Agustus 2024, jumlah angkatan kerja di NTB sebanyak 3,19 juta orang. Jumlah angkatan kerja naik sebanyak 216,34 ribu dibandingkan Agustus 2023, dengan peningkatan lapangan kerja tertinggi terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Proporsi angkatan kerja di NTB yang didominasi oleh sektor informal mencapai 70 persen sementara sektor formal hanya menyerap 30 persen. Kondisi ini, menurut Aryadi, merupakan tantangan besar dan memerlukan perhatian khusus. Karena sektor informal cenderung lemah dalam perlindungan dan rentan terhadap guncangan ekonomi.

“Orang yang tidak memiliki skill akan sulit mendapatkan pekerjaan, apalagi di sektor formal. Maka, tugas kita adalah memastikan keterampilan tenaga kerja terus ditingkatkan agar mereka memiliki daya saing,” jelasnya.

Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2024 sebesar 2,73 persen. TPT NTB turun 0,07 persen dibandingkan dengan kondisi pada Agustus 2023. Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan komposisi angkatan kerja pada Agustus 2024 terdiri dari 3,11 juta orang yang bekerja dan 87,01 ribu orang pengangguran.

Jika dibandingkan Agustus 2023, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 216,34 ribu orang. Penduduk bekerja mengalami peningkatan sebanyak 212,57 ribu orang dan pengangguran meningkat sebanyak 3,77 ribu orang.

Penduduk usia kerja di NTB mengalami tren yang cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di NTB. Penduduk usia kerja di NTB pada Agustus 2024 sebanyak 4,13 juta orang, naik sebanyak 74,18 ribu orang dibanding Agustus 2023. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu sebanyak 3,19 juta orang atau 77,23 persen, sisanya termasuk bukan angkatan kerja.

Begitu juga Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan dibanding Agustus 2023. TPAK pada Agustus 2024 sebesar 77,23 persen, naik 3,92 persen poin dibanding Agustus 2023. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 86,47 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 68,04 persen.

Pada Agustus 2024, TPT dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 4,73 persen. Sementara TPT yang paling rendah adalah tamatan pendidikan Diploma I/II/III yaitu sebesar 1,03 persen.

Dibandingkan Agustus 2023, hampir semua kategori pendidikan mengalami penurunan TPT kecuali untuk tamatan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang naik masing-masing sebesar 0,78 persen dan 0,06 persen. Sementara, jika dibandingkan dengan Agustus 2022 yang mengalami peningkatan TPT hanya tamatan SD ke bawah yaitu sebesar 0,44 persen.

Adapun TPT di NTB pada Agustus 2024 berdasarkan tingkat pendidikan, yaitu tamatan SMK sebesar 4,73 persen, tamatan SMA 4,26 persen, tamatan universitas 3,54 persen, tamatan SMP 2,01 persen, tamatan SD ke bawah 1,67 persen dan tamatan Diploma I/II/III sebesar 1,03 persen.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

NTB Dapat Tambahan Pembangunan 40 Kampung Nelayan Merah Putih

27 Mei 2026, 18:06 WIBNews