ilustrasi sungai (unsplash.com/Marc Zimmer)
Sementara itu, Direktur PDAM, Bima Muhammad Daud Akbar mengatakan debit air pada pusat penampungan cukup besar dengan kualitas yang cukup bagus. Melihat volume air itu, ia menilai cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Bima.
Kendala di PDAM selama ini terletak pada pengelolaan yang tidak teratur. Kemudian banyak fasiltas seperti jaringan pipa yang sudah rusak diterjang banjir bandang tahun 2016 silam.
"Setelah banjir bandang itu, tidak ada fasilitas yang diperbaiki, sehingga air PDAM tidak tersalurkan ke para pelanggan di sana," kata Daud, Jumat (1/3/2024).
Menurut Daud, distribusi air PDAM sebenarnya bisa dipulihkan kembali seperti sebelum banjir bandang. Asalkan perusahaan dapat dimiliki secara bersama oleh Pemda Bima dan Pemkot Bima.
"Perusahaan ini kan milik Pemda Bima, akan lebih baik jika dimiliki bersama dengan Pemkot Bima. Sehingga Anggara revitalisasi sarana dan prasarana bisa ditanggulangi bersama," terangnya.
Dia optimistis warga Kota Bima dan Kabupaten Bima tidak lagi mengalami krisis air bersih jika langkah tersebut dilakukan. Karena selain fasilitas diperbaiki, kapasitas di penampungan juga akan diperbesar.
"Saya yakin dengan cara itu, tidak ada lagi warga yang kekurangan air bersih. Hal ini akan saya bicarakan lebih lanjut dengan pihak terkait," pungkasnya.