Ketua KPPS di Bima Dibacok saat Proses Pemungutan Surat Suara

Bima, IDN Times - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 02 Desa Waduwani Kecamatan Woha Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Aswadin dibacok, Rabu (27/11/2024). Pria 30 tahun itu dibacok saat berlangsung pemungutan suara di TPS setempat.
"Iya benar, korban dibacok saat proses pemungutan surat suara," kata Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, (Sosdiklih, Parmas dan SDM) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, Rizal Mukhlis dikonfirmasi, Rabu (27/11/2024).
1. Dibacok dari belakang

Rizal Mukhlis mengatakan, kejadian ini berawal saat proses pemungutan suara di TPS 02. Saat itu, dia lalu dibacok oleh terduga pelaku dari arah belakang menggunakan senjata tajam (Sajam).
Usai memabacok korban, terduga pelaku kemudian kabur dari lokasi. Sementara korban, langsung dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.
2. Dikawal ketat aparat keamanan

Rizal Mukhlis pastika, sekitar 40 menit setelah kejadian pembacokan itu, aktivitas pemungutan surat suara di TPS 02 kembali dilanjutkan. Proses pencoblosan mendapat pengawalan ketat petugas dari unsur TNI dan Polri.
"Sempat dihentikan sementara, kegiatan pencoblosan lalu dilanjutkan sekitar 40 menit setelah kejadian. Hingga saat ini situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif," terangnya.
3. Pilkada Bima diikuti 2 Paslon

Diketahui, ada pun jumlah peserta Pilkada Bima 2024 ini sebanyak 2 pasangan calon (Paslon). Paslon nomor urut 01, Ady Mahyudi dan Irfan (Ady-Irfan), kemudian nomor urut 02, Muhammad Putera Ferryandi dan Rostiati (Yandi-Ros).
Pada 2024 ini KPU Bima menetapkan sebanyak 900 TPS yang tersebar di 191 desa. Kemudian jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 377.655 pemilih.
Rinciannya, untuk pemilih laki-laki sebanyak 185. 301 orang. Sementara pemilih perempuan sebanyak 192.354, 377.655.



















