ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan peningkatan penyakit tidak menular telah menjadi isu global, nasional bahkan di NTB. Penyakit tidak menular salah satunya penyakit jantung dan kanker adalah penyakit yang terus terjadi peningkatan.
"Baik secara global, nasional dan NTB masuk 10 besar penyakit terbanyak adalah kanker payudara," kata Fikri.
Deteksi dini penyakit kanker payudara jauh lebih baik dibandingkan mengobati. Dengan melakukan deteksi dini, maka penanganan bisa dilakukan lebih awal dan mencegah terjadinya kematian. Pasalnya, kata Fikri, pasien yang di rumah sakit kebanyakan sudah stadium lanjut.
"Jadi program skrining itu juga didorong diperkuat di level puskesmas. Sekarang kita sudah punya Integrasi Layanan Primer (ILP). Di NTB, pertama di Kabupaten Sumbawa Barat. Sekarang sudah ada di seluruh kabupaten/kota untuk integrasi layanan primer," jelasnya.
Konsep ILP adalah integrasi antara posyandu, pustu dan puskesmas. ILP merupakan konsep wilayah untuk melakukan skrining terhadap semua siklus hidup termasuk ibu dan anak termasuk penyakit tidak menular.
"Ketemu kasus langsung ditangani. Kalau sudah stadium lanjut, tingkat kematian fatal sekali. Ibaratnya, banyak berdoa saja. Tapi yang jelas kanker ini menjadi ancaman, perlu kita atensi," kata Fikri.
Di sisi lain, kata Fikri pemahaman dan edukasi kepada masyarakat harus diperkuat. Fikri mengungkapkan rata-rata penderita kanker mencari pengobatan alternatif daripada berobat ke fasilitas kesehatan.
"Misalnya ada gejala awal muncul. Itu dibiarkan saja dan melakukan pengobatan alternatif. Ketidaktahuan itu ketika ada gejala awal, kalau ada kelainan harus segera melakukan pemeriksaan ke faskes terdekat," pintanya.