Kanker Payudara Jadi Ancaman, Masuk 10 Penyakit Terbanyak di NTB

Mataram, IDN Times - Penyakit kanker payudara menjadi ancaman serius di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kanker payudara masuk 10 penyakit terbanyak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.
Berdasarkan data RSUD Provinsi NTB tahun 2023, pasien yang terdiagnosis malignant neoplasm of breast unspecified atau kanker payudara ganas yang belum diketahui jenisnya menempati posisi pertama 10 penyakit terbanyak rawat inap di RSUD NTB dengan jumlah pasien sebanyak 3.738 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 126 orang meninggal dunia. Begitu juga tahun 2022, pasien yang terdiagnosis kanker payudara ganas menempati posisi pertama dalam 10 penyakit terbanyak dengan jumlah pasien 3.402 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 89 orang meninggal dunia.
1. Perlu deteksi dini kanker oleh puskesmas

Direktur RSUD NTB dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan pasien kanker payudara memang cukup tinggi. Sehingga poli yang ada di RSUD NTB melayani pasien dari pagi hingga sore hari. Baik itu pasien kanker payudara yang baru dan pasien yang harus berobat.
Dia menekankan pentingnya skrining yang harus dilakukan puskemas untuk mendeteksi kanker payudara secara dini di masyarakat. Jika penyakit kanker payudara dapat dideteksi sejak dini, maka intervensi juga bisa lebih cepat dilakukan.
"Kalau sudah terdiagnosa stadium 3 maka berat, biayanya juga mahal. Kita harapkan puskesmas melakukan skrining. Dan memberikan pemahaman atau edukasi kepada masyarakat," kata pria yang akrab disapa Dokter Jack ini, Jumat (11/10/2024).
Menurutnya, kanker payudara tidak boleh dianggap tabu. Jika masyarakat merasakan gejala penyakit tersebut maka harus segera konsultasi ke fasilitas kesehatan primer ataupun sekunder.
"Kalau ada sedikit benjolan di payudara tanyakan langsung ke rumah sakit. Kalau cepat, kanker bisa ditangani. Selama ini terlambat diperiksakan sehingga yang datang ke rumah sakit kebanyakan sudah stadium lanjut," ungkapnya.
Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menekan angka kesakitan dan kematian kasus kanker payudara dengan menggandeng para penyintas.
Para penyintas menceritakan apa yang dialami dan upaya yang dilakukan sehingga bisa sembuh dari penyakit mematikan tersebut. Menurut Dokter Jack, cara ini lebih efektif memberikan edukasi kepada masyarakat daripada mendengar dari orang lain.
"Kita juga akan siapkan konsultasi online. Yang tak punya waktu, tak punya kesempatan atau malu. Kita akan buka konsultasi online supaya bisa kita ajak diskusi, supaya bisa menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker payudara. Kita akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan," tandasnya.
2. Penyakit tidak menular yang terus mengalami peningkatan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri mengatakan peningkatan penyakit tidak menular telah menjadi isu global, nasional bahkan di NTB. Penyakit tidak menular salah satunya penyakit jantung dan kanker adalah penyakit yang terus terjadi peningkatan.
"Baik secara global, nasional dan NTB masuk 10 besar penyakit terbanyak adalah kanker payudara," kata Fikri.
Deteksi dini penyakit kanker payudara jauh lebih baik dibandingkan mengobati. Dengan melakukan deteksi dini, maka penanganan bisa dilakukan lebih awal dan mencegah terjadinya kematian. Pasalnya, kata Fikri, pasien yang di rumah sakit kebanyakan sudah stadium lanjut.
"Jadi program skrining itu juga didorong diperkuat di level puskesmas. Sekarang kita sudah punya Integrasi Layanan Primer (ILP). Di NTB, pertama di Kabupaten Sumbawa Barat. Sekarang sudah ada di seluruh kabupaten/kota untuk integrasi layanan primer," jelasnya.
Konsep ILP adalah integrasi antara posyandu, pustu dan puskesmas. ILP merupakan konsep wilayah untuk melakukan skrining terhadap semua siklus hidup termasuk ibu dan anak termasuk penyakit tidak menular.
"Ketemu kasus langsung ditangani. Kalau sudah stadium lanjut, tingkat kematian fatal sekali. Ibaratnya, banyak berdoa saja. Tapi yang jelas kanker ini menjadi ancaman, perlu kita atensi," kata Fikri.
Di sisi lain, kata Fikri pemahaman dan edukasi kepada masyarakat harus diperkuat. Fikri mengungkapkan rata-rata penderita kanker mencari pengobatan alternatif daripada berobat ke fasilitas kesehatan.
"Misalnya ada gejala awal muncul. Itu dibiarkan saja dan melakukan pengobatan alternatif. Ketidaktahuan itu ketika ada gejala awal, kalau ada kelainan harus segera melakukan pemeriksaan ke faskes terdekat," pintanya.
3. Kisah penyintas kanker payudara di NTB

Salah seorang penyintas kanker payudara asal Lombok Barat, Fitri mengatakan apabila merasakan ada benjolan di payudara maka harus segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Fitri mengaku merasakan benjolan di payudara pada tahun 2017 dan melakukan operasi pada 2023.
"Kalau ada benjolan kecil sebenarnya sudah terasa. Segera saja lakukan pemeriksaan. Mungkin itu bukan kanker tapi tumor. Tetapi alangkah lebih baik itu segera ditangani. Jangan panik, intinya kita optimis dan percaya penyakit datangnya dari Allah dan pasti ada obatnya. Jangan kita tidak berobat," katanya.
Fitri mengatakan bagi yang mengidap kanker payudara harus rutin konsultasi dan berobat serta menjaga pola makan. Kadang-kadang, seseorang yang menderita kanker terlambat memeriksakan diri ke dokter. Ketika penyakitnya sudah parah baru mendatangi rumah sakit.
Supaya sembuh dari penyakit kanker payudara, perlu dukungan keluarga untuk menyemangati. Menurutnya, keluarga sangat berperan penting agar penderita penyakit kanker bisa sembuh.
"Kayak saya, keluarga yang memberikan semangat dan mendorong dilakukan operasi," tandasnya.
![[QUIZ] Merasa Tak Berarti? Temukan Kembali Nilai Dirimu Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251030/pexels-matilda-wormwood-7485422_b8f833a7-9e2c-4c3f-aae6-55d9a1a3d757.jpg)
![[QUIZ] Sudah Dewasa Beneran atau Cuma Bertambah Umur? Cek Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251031/pexels-meijiiiiii-1638391_ace95ce8-3a4e-4021-ba7b-d4a1f9b7de3c.jpg)
![[QUIZ] Masih Mesra atau Mulai 'Hambar'? Uji Hubunganmu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20251031/pexels-gustavo-fring-6870553_0f4abae3-09c4-4939-9b15-e8602aa3cf00.jpg)
![[QUIZ] Cintamu Masih Kuat atau Mulai Pudar? Cari Tahu Lewat Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251031/pexels-rdne-5616189_99a4b690-5e38-433c-ae96-c913f2e48aee.jpg)
![[QUIZ] Mungkin ini Alasan yang Diam-Diam Kamu Rasakan saat Ingin Hilang Sejenak](https://image.idntimes.com/post/20251029/pexels-karola-g-7272851_ab4e8ca3-889d-4bac-9858-1e12990952bf.jpg)














