Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kader PKB Terseret Kasus Intimidasi Dokter Icha, DPW NTT Tunggu Proses Hukum
Foto dr. Icha Pakaenoni di rumah duka. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • PKB NTT belum mengambil sikap terhadap kadernya, Norbertus Tubani, karena masih menunggu hasil penyelidikan polisi dan Badan Kehormatan DPRD TTU terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Icha.
  • Alo Malo Ladi menegaskan PKB akan bertindak tegas jika terbukti bersalah, namun keputusan penonaktifan kader tetap menjadi kewenangan DPP PKB setelah ada hasil hukum yang jelas.
  • Pihak DPW PKB telah berkomunikasi langsung dengan Norbertus untuk meminta klarifikasi, namun tetap menunggu pembuktian resmi dari pihak rumah sakit, saksi, dan rekaman CCTV.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PKB Nusa Tenggara Timur belum mengambil sikap terhadap kadernya, Norbertus Tubani, yang diduga terlibat dalam kasus intimidasi terhadap dr. Icha di Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
  • Who?
    Ketua DPW PKB NTT Alo Malo Ladi, kader PKB Norbertus Tubani, serta dua anggota DPRD lainnya yaitu Therensius Lazakar dari Golkar dan Veronika Lake dari PDIP.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan oleh Ketua DPW PKB NTT melalui sambungan telepon pada Kamis, 2 Juli 2026.
  • Why?
    PKB memilih menunggu hasil penyelidikan polisi dan Badan Kehormatan DPRD TTU sebelum menentukan langkah terhadap kadernya agar keputusan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
  • How?
    Alo Malo Ladi menyatakan partainya menghargai proses hukum yang sedang berjalan dan akan mengambil tindakan tegas bila terbukti bersalah, termasuk kemungkinan penonaktifan oleh DPP PKB.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dokter namanya Icha yang katanya dimarahi dan ditakuti sama tiga orang, salah satunya Norbertus dari partai PKB. Ketua PKB di NTT bilang mereka belum mau hukum Norbertus karena masih tunggu polisi dan DPRD cari bukti. Mereka juga sudah tanya Norbertus tentang kejadian itu dan sekarang semua masih diselidiki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur (NTT), Alo Malo Ladi, merespons dugaan intimidasi yang diduga dilakukan kadernya terhadap dr. Icha. Dugaan tersebut menyeret nama anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Norbertus Tubani.

Ia menegaskan PKB masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian serta pemeriksaan yang dilakukan Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Karena itu, partainya belum mengambil sikap terhadap Norbertus Tubani yang disebut terlibat dalam dugaan intimidasi terhadap dokter jaga Rumah Sakit Leona Kefamenanu bersama Therensius Lazakar dari Partai Golkar dan Veronika Lake dari PDI Perjuangan.

1. Belum nonaktifkan kadernya

Foto dr. Icha di rumah duka. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pihaknya akan mengambil sikap tegas bila telah terbukti kader mereka tersebut sudah benar-benar dinyatakan bersalah. Ia menegaskan PKB tidak mentolerir kesalahan yang diakibatkan kadernya.

"Tentunya kami menghargai juga semua proses yang ada. Kami akan patuh pada apapun keputusan yang diambil pada pihak atau aparat keamanan yang secara nyata membuktikan bersalah," jawab dia melalui sambungan telepon, Kamis (2/7/2026).

Terkait dengan keputusan untuk menonaktifkan Norbertus, kata dia, juga akan dilakukan apabila sudah ada keputusan dari DPP PKB.

"Menyangkut nonaktif, tentunya itu kembali kepada Dewan Perwakilan Pusat atau DPP termasuk juga bila nantinya terbukti bersalah. Itu tanahnya DPP," kata dia

2. Tunggu pembuktian hukum

Ayah, ibu dan saudari dr. Icha berpelukan dan menangis di jasadnya. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pihaknya pun mengikuti rekomendasi atau hasil keputusan yang ada dan pihaknya sendiri pun masih menunggu keputusan dari DPP.

"Proses perkembangan yang sementara terjadi juga kita ikuti," tegasnya.

Hingga saat ini, PKB NTT akan menunggu pembuktian baik dari DPRD TTU dan kepolisian untuk dapat menindak kadernya.

"Apa yang sudah ditempuh DPRD, kepolisian, IDI, kami menunggu hasilnya. Artinya kita tidak langsung mengambilnya sikap karena kita menghargai proses yang sementara berjalan agar sesuai dengan ranahnya," kata dia.

3. Sempat komunikasi dengan kadernya

Suasana di rumah duka dr. Icha korban intimidasi anggota DPRD TTU. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Ia juga sejak awal sudah berkomunikasi dengan Norbertus dan meminta penjelasannya pasca kasus ini viral di pemberitaan.

"Beberapa waktu lalu, ketika awal-awal kami komunikasi, saya minta penjelasan terkait duduk perkara dari yang bersangkutan baik yang sudah disampaikan oleh media. Kami sempat mendengar seperti itu. Beliau menyampaikan sesuai dengan apa yang dia alami. Mereka tiga orang," jelas dia.

Ia menghargai penjelasan tersebut dan tetap kembali pada pembuktian yang sesuai dengan alat bukti.

"Otomatis kami menghargai tetapi lebih dari itu kan tentunya ada pembuktian lain yang akan dilakukan oleh pihak rumah sakit lewat CCTV, saksi-saksi yang hadir, karena kejadian itu di Instalasi Gawat Darurat," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article