Jokowi hendak memimpin rapat PSI di Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Jokowi mencontohkan agar kader PSI selalu hadir lewat acara duka seperti kematian maupun acara suka seperti pernikahan di masyarakat atau tetangga terdekat.
"Rakyat bahagia. Misalnya ada kawinan, hadir. Tetangga ada yang menikah, hadir. Tetangga ada yang ulang tahun, datang. Dan juga di saat rakyat kita kesusahan. Ada tetangga kematian, datang. Ada tetangga yang sakit, hadir dan tengok. Harus selalu itu. Itu namanya struktur yang fungsional dan bekerja," jelas dia.
Begitu pun di saat masyarakat dilanda musibah, Jokowi meminta kader PSI hadir langsung apalagi memberikan bantuan.
"Bukan hanya sekedar ada kantor dengan tulisan DPD Kota Kupang," kata dia.
Para pengurus dimintanya berbaur di tengah masyarakat bersama tokoh masyarakat dan adat, tokoh agama, tokoh lokal. Tujuannya agar kader-kader ini dikenal dan menjalankan fungsinya serta memperkenalkan PSI kepada masyarakat.
"Karena apa, PSI ini baru dikenal oleh 78 persen rakyat kita, belum 100 persen, dan rakyat kita yang tahu PSI ini logonya gajah itu baru 48 persen. Jadi kita harus mau bekerja mengenalkan diri," jelas dia.