Ile Lewotolok di NTT 284 Kali Erupsi Disertai Lava Pijar

- Gemuruh disertai lontaran lava pijar
- Gempa hembusan sampai 403 kali
- Imbauan untuk warga
Kupang, IDN Times - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Gunung ini tercatat mengalami erupsi atau gempa letusan sebanyak 284 kali selama pukul 00.00–24.00 WITA pada Senin (12/1/2026).
Laporan ini disampaikan oleh Syawaludin selaku petugas di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotolok, Selasa (13/1/2026), kepada laporan MAGMA-VAR Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk diketahui publik.
1. Gemuruh disertai lontaran lava pijar

Ia mencatat ratusan kali letusan ini sempat disertai lontaran material pijar di area kawah. Letusan disertai dengan asap letusan yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang.
"Gunung Ile Lewotolok mengalami 284 kali letusan dengan tinggi kolom asap mencapai 100–300 meter di atas puncak kawah," jelas dia.
Asap kawah juga bertekanan lemah dan masih terus keluar dengan ketinggian sekitar 50–100 meter dari puncak.
"Selain itu, terdengar gemuruh lemah yang disertai lontaran material pijar di sekitar kawah," tambahnya.
2. Gempa embusan sampai 403 kali

Selain gempa letusan dan erupsi, sepanjang hari itu pun Lewotolok didominasi gempa embusan yang cukup tinggi yaitu 403 kali gempa hembusan, 50 kali tremor non-harmonik, serta masing-masing satu kali tremor harmonik, gempa hybrid, dan gempa vulkanik dalam.
Ia mengemukakan Kondisi ini menandakan suplai energi dari dalam gunung masih berlangsung sepanjang periode pengamatan tersebut. Secara visual, kata dia, gunung berketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut ini terlihat jelas meski beberapa kali tertutup kabut selama 24 jam terakhir.
3. Imbauan untuk warga

PVMBG menyatakan gunung ini berstatus Level II (Waspada) sehingga masyarakat dan wisatawan diimbau tidak masuk dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas. Masyarakat juga diminta menjauhi sektor selatan–tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer karena berpotensi terdampak guguran lava dan awan panas.
"Warga juga diminta tetap tenang jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah. Suara tersebut merupakan bagian dari karakteristik gunung api yang sedang berada dalam fase erupsi," tegasnya.
PVMBG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar terus berkoordinasi dengan PPGA di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, serta memantau informasi resmi melalui aplikasi dan situs Magma Indonesia maupun kanal resmi Badan Geologi.


















