Mataram, IDN Times - BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok menjelaskan soal fenomena hujan lebat yang mengguyur wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) di tengah musim kemarau. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok, Annisa Fauziah menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah NTB pada 12 Juni 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, kelembaban udara pada lapisan menengah terpantau cukup tinggi, berkisar antara 70–90 persen. Sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan. "Selain itu, terdapat perlambatan kecepatan angin di wilayah NTB," kata Annisa dikonfirmasi IDN Times, Sabtu (13/6/2026).
