Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Gempa Flores Magnitudo 7,7

Kota Mataram
Basarnas Resmi Tutup Operasi SAR Gempa Flores Magnitudo 7,7
Tim SAR saat melakukan evakuasi korban gempa di Flores, NTT. (Dok. Basarnas)
  • Basarnas resmi menutup Operasi SAR Gempa Flores magnitudo 7,7 pada 12 September 2026, seiring berakhirnya perpanjangan tanggap darurat NTT dan menurunnya aktivitas gempa susulan.
  • Penanganan bencana beralih bertahap ke fase pemulihan fisik dan sosial masyarakat. Personel ditarik dari titik evakuasi setelah kondisi keamanan serta kestabilan lokasi dinilai memadai.
  • Misi melibatkan ribuan personel dan helikopter untuk evakuasi, logistik, serta medis. Basarnas tetap siaga dan dapat membuka kembali operasi bila ada permintaan evakuasi atau penemuan korban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menghentikan seluruh rangkaian Operasi SAR Gempa Flores Magnitudo 7,7 pada Sabtu (12/9/2026) sore. Penutupan misi kemanusiaan ini dilakukan seiring berakhirnya masa perpanjangan tanggap darurat bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Keputusan krusial tersebut diambil setelah mempertimbangkan penurunan aktivitas gempa susulan di lapangan secara signifikan. Selain itu, status penanganan bencana kini mulai dialihkan secara bertahap menuju masa transisi pemulihan.

  1. 1. Penutupan resmi berdasarkan evaluasi tanggap darurat

    Tim SAR saat melakukan evakuasi korban gempa di Flores, NTT. (Dok. Basarnas)
    Tim SAR saat melakukan evakuasi korban gempa di Flores, NTT. (Dok. Basarnas)

    Pemerintah secara resmi mengakhiri masa tugas tim pencarian setelah menyelesaikan seluruh tahapan tanggap darurat sesuai jadwal. Penghentian operasi ini juga menandai dimulainya fase pemulihan kondisi fisik dan sosial masyarakat terdampak.

    Kondisi keamanan serta kestabilan di lokasi bencana menjadi pertimbangan utama penghentian aksi penyelamatan massal ini. Seluruh unsur penanggulangan kini mulai menarik personel utama dari titik-titik fokus evakuasi.

    "Operasi SAR Gempa 7,7 SR resmi ditutup hari ini, 12 September 2026, bersamaan dengan berakhirnya perpanjangan masa tanggap darurat dari tanggal 29 Agustus sampai dengan 12 September 2026," ungkap Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman dalam keterangan pers yang diterima pada Minggu (13/9/2026).

  2. 2. Apresiasi Tim SAR gabungan

    Tim SAR saat melakukan evakuasi korban gempa di Flores, NTT. (Dok. Basarnas)
    Tim SAR saat melakukan evakuasi korban gempa di Flores, NTT. (Dok. Basarnas)

    Misi kemanusiaan yang berlangsung sejak pertengahan Agustus ini melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur gabungan. Seluruh elemen bekerja sama melakukan pemindaian reruntuhan, evakuasi korban, hingga penyaluran logistik ke wilayah terisolasi.

    Dukungan alutsista udara seperti Helikopter Dauphin dikerahkan secara optimal untuk mempercepat penanganan medis darurat. Armada tersebut memegang peranan vital dalam mendistribusikan bantuan serta memobilisasi tenaga medis kementerian ke lokasi kritis.

    "Sinergi Tim SAR Gabungan menjadi wujud nyata bersatunya seluruh unsur SAR dalam menjalankan misi kemanusiaan," ujar Fathur Rahman mengapresiasi kerja keras seluruh tim.

  3. 3. Operasi dapat dibuka kembali jika ada kondisi darurat

    Tim SAR melakukan proses evakuasi korban di Nagekeo. (Dok.Basarnas Maumere)
    Tim SAR melakukan proses evakuasi korban di Nagekeo. (Dok.Basarnas Maumere)

    Meskipun status operasi utama telah dihentikan, Basarnas menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel di daerah tetap terjaga. Pihaknya terus memantau perkembangan lapangan untuk merespons setiap potensi laporan baru dari masyarakat.

    Penutupan ini bersifat fleksibel dan dapat berubah sewaktu-waktu jika ditemukan indikasi keberadaan korban lain. Tim siaga akan langsung diterjunkan kembali apabila menerima permintaan resmi dari pemerintah daerah.

    "Apabila di kemudian hari terdapat permintaan evakuasi maupun penemuan korban, maka Operasi SAR Gempa Flores akan dibuka kembali sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan," tandas Fathur Rahman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More