Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi Usai Semburkan Lava Pijar

Kupang, IDN Times - Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), erupsi lagi, Minggu pagi (18/1/2026) sekitar pukul 09.47 WITA. Erupsi lanjutan terjadi setelah malamnya gunung api ini menyemburkan lava pijar dari kawah pada Sabtu (17/1/2026.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ile Lewotolok, Syawaludin, melaporkan letusan yang teramati mencapai ketinggian 400 meter di atas puncak kawah atau setara 1.823 meter di atas permukaan laut.
1. Durasi erupsi 53 detik

Hasil seismograf mencatat erupsi ini beramplitudo maksimum 35,8 milimeter dan durasi sekitar 53 detik. Ia menyebut aktivitas ini menandakan Gunung Ile Lewotolok masih berada dalam fase erupsi aktif.
“Dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur saat erupsi,” jelas Syawaludin dalam laporannya, Minggu (18/1/2026).
Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ile Lewotolok masih berada pada Level II (Waspada). Masyarakat dan pengunjung di sekitar gunung diharapkan waspada dan mengutamakan keselamatan.
2. Lontarkan material dan aliran lava

Sebelumnya, gunung api ini mengalami erupsi kurang lebih 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 19.45 WITA dengan Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur.
Petugas PPGA, Yeremias Kristianto Pugel, dalam laporannya malam itu menyebut Ile Lewotolok juga melontarkan material pijar dan terjadi aliran lava dari kawah.
Lontaran material pijar ini mengarah ke sektor tenggara sejauh kurang lebih 200 meter dari pusat aktivitas. Sementara aliran lava teramati menuju ke sektor barat dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir kawah.
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33,5 milimeter dan durasi sekitar satu menit,” ujar Yeremias, Sabtu malam.
3. Jangan panik dengan suara gemuruh

Masyarakat dan pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer (km) dari pusat aktivitas gunung ini, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas Ile Lewotolok.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau ongsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Ile Lewotolok.
"Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah Ile Lewotolok, karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunungapi yang sedang dalam fase erupsi," tukas Yeremias.


















