Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gubernur NTT Instruksikan Sekolah bagi Korban Gempa Mulai Pekan Depan

Kota Kupang
Gubernur NTT Instruksikan Sekolah bagi Korban Gempa Mulai Pekan Depan
Gubernur NTT Melki Laka Lena perpanjang masa tanggap darurat gempa Flores NTT. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)
  • Pemprov NTT memperpanjang tanggap darurat gempa Flores hingga 12 September 2026, selama 14 hari, sambil mengarahkan sekolah dan pelayanan publik tetap berjalan di lokasi aman.
  • Pembelajaran penyintas ditargetkan mulai dipersiapkan pekan depan, dengan sekolah memetakan kondisi bangunan dan kebutuhan; kegiatan dapat dilakukan di lokasi aman atau berdasarkan domisili.
  • Pemerintah akan mengaktifkan layanan dan pemerintahan bertahap sesuai keamanan, memeriksa fasilitas publik, serta meminta pemetaan wilayah terdampak yang belum menerima bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi memperpanjang masa tanggap darurat gempa Flores hingga 12 September 2026. Masa tanggap darurat yang sebelumnya berakhir pada 28 Agustus 2026 diperpanjang selama 14 hari.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena juga memutuskan kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat kembali berjalan di lokasi yang dinilai aman. Keputusan tersebut disampaikan Melki dalam rapat koordinasi penanganan gempa di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Ende, Kamis (27/8/2026) malam.

Selain kegiatan belajar mengajar, pelayanan publik juga diharuskan tetap berjalan dengan menyesuaikan protokol keamanan yang berlaku.

  1. 1. Dipersiapkan pekan depan

    Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan perpanjangan masa tanggap darurat gempa Flores di Nusa Tenggara Timur.
    Gubernur NTT Melki Laka Lena perpanjang masa tanggap darurat gempa Flores NTT. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

    Untuk pendidikan anak-anak penyintas gempa, Melki menegaskan kegiatan belajar diharapkan dapat kembali berjalan mulai pekan depan. Pihak sekolah diminta memetakan kondisi bangunan, kebutuhan sarana pendukung, serta menentukan metode pembelajaran yang paling aman.

    "Tetap keselamatan siswa dan tenaga pendidik sebagai prioritas," lanjut dia.

    Ia menegaskan kegiatan belajar tidak harus berlangsung di dalam gedung sekolah, tetapi dapat dilakukan di lokasi yang aman atau disesuaikan dengan domisili siswa.

    “Kalaupun rumah sakit lapangan bisa digelar, puskesmas bisa digelar, sekolah lapangan pun masih bisa kita gelar,” ujar Melki.

    Untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, konsolidasi dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Sementara untuk jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP, koordinasi dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten bersama masing-masing sekolah.

  2. 2. Pelayanan publik dan pemerintahan harus mulai berjalan

    Gubernur NTT Melki Laka Lena terkait perpanjangan masa tanggap darurat gempa Flores di Nusa Tenggara Timur.
    Gubernur NTT Melki Laka Lena perpanjang masa tanggap darurat gempa Flores NTT. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)

    Aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik juga ditegaskan Melki untuk mulai kembali berjalan meskipun masa tanggap darurat gempa diperpanjang. Ia ingin pelayanan kepada masyarakat diaktifkan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi di masing-masing wilayah.

    "Tentunya dengan menyesuaikan kondisi dan tingkat keamanan di masing-masing wilayah," kata Melki.

    Selanjutnya, pemeriksaan akan dilakukan terhadap sekolah, kantor pemerintahan, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya, termasuk oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurutnya, evaluasi harian terhadap pelayanan perlu diterapkan di setiap sektor selama masa tanggap darurat berlangsung.

    “Tapi kalau kantor pemerintahannya dalam kondisi merah, jangan dipaksa,” tegasnya.

  3. 3. Minta pemetaan lokasi yang belum mendapat bantuan berlanjut

    Bangunan roboh dan puing-puing berserakan setelah gempa Flores, memperlihatkan kerusakan parah pada struktur gedung.
    Gedung hancur akibat gempa Flores. (Dok Istimewa)

    Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam kesempatan yang sama meminta bupati, camat, lurah, dan kepala desa memetakan wilayah yang hingga kini belum mendapat bantuan.

    “Para bupati, camat, lurah, dan kepala desa harus memetakan betul titik-titik yang sampai saat ini belum tersentuh bantuan agar segera ditindaklanjuti,” katanya.

    Menurutnya, perpanjangan masa tanggap darurat diharapkan memberi waktu bagi pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Selain memperkuat pelayanan publik, perpanjangan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mulai mempersiapkan proses pemulihan pascabencana.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More