Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gubernur NTB Tawarkan Proyek Port to Port Lembar-Kayangan ke Qatar

Kota Mataram
Gubernur NTB Tawarkan Proyek Port to Port Lembar-Kayangan ke Qatar
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari usai kunjungan di Kantor Gubernur NTB, Jumat (28/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Gubernur NTB menawarkan proyek bypass port to port Lembar-Kayangan kepada Qatar saat menerima Dubes Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, bersamaan pembahasan peluang investasi.
  • Proyek senilai Rp3,5 triliun mencakup perbaikan bypass Bandara Lombok dan ruas Sengkol-Pringgabaya sepanjang 25 kilometer; tahap DED, Amdal, dan pembebasan lahan berlangsung pada 2026.
  • NTB juga menjajaki penerbangan langsung Lombok-Qatar; Dubes Qatar meninjau Mandalika dan menyatakan kesiapan negaranya menjadi mitra strategis untuk investasi serta pendidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menawarkan proyek pembangunan port to port bypass Lembar - Kayangan ke Qatar. Tawaran itu disampaikan saat menerima kunjungan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari di Kantor Gubernur NTB, Jumat (28/8/2026).

"Beliau masih baru di sini, jadi kesempatan untuk kerja sama masih panjang ke depan. Bahkan (proyek) port to port (Lembar-Kayangan) tadi kita bahas juga. Nanti kita lihat kelanjutannya," kata Iqbal.

Sebelumnya, Iqbal mengatakan pembangunan bypass Lembar-Kayangan ditargetkan mulai konstruksi pada 2027 mendatang. Proyek strategis Bypass Lembar-Kayangan sebagai prioritas percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas NTB.

Pada 2026, proyek Bypass Lembar-Kayangan fokus pada pengerjaan detailed engineering design (DED), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan pembebasan lahan. Sedangkan konstruksi proyek Bypass Lembar-Kayangan ditargetkan mulai awal tahun 2027. Dengan skema pembiayaan yang efisien dan terus dikonsultasikan dengan kementerian dan ditargetkan rampung paling lambat tahun 2028.

Dengan dibangunnya jalur baru tersebut, waktu tempuh Lembar-Kayangan dapat dipangkas menjadi 1 jam 45 menit hingga 2 jam saja. Sehingga akan punya efek domino meningkatnya mobilitas pengguna jasa penyeberangan. Selain itu, mobilitas logistik lebih efisien dan wisatawan akan semakin mudah melakukan perjalanan dari Bali menuju Lombok dan Sumbawa.

  1. 1. Pembangunan bypass Lembar-Kayangan butuh anggaran Rp3,5 triliun

    IMG-20260721-WA0080.jpg
    Ilustrasi jalan bypass Mandalika, Lombok Tengah, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Pembangunan bypass Lembar-Kayangan akan dimulai dari segmen Sengkol, Lombok Tengah menuju Pringgabaya, Lombok Timur sepanjang 25 kilometer. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Bypass Lembar-Kayangan mencapai Rp3,5 triliun.

    Selain membangun bypass segmen Sengkol - Pringgabaya, juga akan dilakukan perbaikan untuk jalan bypass Patung Sapi Lombok Barat menuju Bandara Internasional Lombok. Bypass port to port Lembar - Kayangan merupakan lanjutan dari bypass Bandara Internasional Lombok dan bypass Mandalika.

    Untuk perbaikan bypass Bandara Internasional Lombok sepanjang 20,4 kilometer membutuhkan anggaran sekitar Rp700 miliar. Sedangkan bypass Sengkol - Pringgabaya membutuhkan anggaran sekitar Rp2,8 triliun. Sehingga total dana untuk konstruksinya Rp3,5 triliun.

    Bypass Lembar-Kayangan segmen Sengkol-Pringgabaya melewati dua kabupaten, yaitu Lombok Tengah dan Lombok Timur. Untuk di Lombok Tengah, panjangnya sekitar 13 kilometer, sedangkan Lombok Timur sepanjang 12 kilometer. Sehingga total panjang bypass segmen Sengkol - Pringgabaya sekitar 25 kilometer.

    Dari Sengkol, bypass itu rencananya tembus Keruak-Labuhan Haji-Korleko-Pohgading-Pringgabaya, Lombok Timur. Pembangunannya diupayakan di ruas jalan existing yang tidak padat pemukiman penduduk sehingga biaya pembebasan lahan tidak mahal. Lebar jalan bypass segmen Sengkol-Pringgabaya sekitar 25 meter sampai 30 meter.

  2. 2. Jajaki penerbangan langsung Lombok-Qatar

    IMG-20260828-WA0014.jpg
    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari di Kantor Gubernur NTB, Jumat (28/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Dalam pertemuan tersebut, Iqbal juga menjajaki pembukaan penerbangan langsung (direct flight) Lombok-Qatar. Penjajakan mengenai direct flight Lombok-Qatar merupakan salah satu isu yang dibahas, selain peluang kerja sama investasi di berbagai sektor.

    ​"Ada beberapa isu mengenai airport, mengenai airline kita juga diskusi. Banyak sekali tadi, luas sekali diskusinya. Tadi diskusi hampir 2 jam, dan tadi malam kita juga sudah ketemu secara informal, hari ini secara formal. Tadi malam hampir 3 jam kita diskusi dan beliau sudah sangat terbuka, beliau senang sekali," ungkap mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu.

    Dia mengatakan kunjungan Dubes Qatar untuk Indonesia merupakan sebuah kehormatan. Karena Dubes Qatar untuk Indonesia baru saja menjabat di Indonesia.

    ​Kesempatan bertemu Dubes Qatar untuk Indonesia dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai potensi investasi dan kerja sama lainnya. Termasuk menjajaki kemungkinan masuknya Qatar Fund, Qatar Charity, institusi Qatar Airways, dan lainnya.

    "Jadi kita mengeksplorasi tadi beberapa potensi, dan beliau terkaget-kaget begitu tahu begitu banyak potensi yang kita miliki, di mana Qatar juga tertarik di dalam sektor-sektor tersebut," tutur Iqbal.

    Dia menambahkan bahwa Indonesia dan Qatar memiliki kedekatan emosional yang sangat dekat. Sehingga itu menjadi modal yang besar untuk membangun kerja sama antara NTB dan Qatar. Kerja sama tersebut tidak terbatas antara pemerintah dengan pemerintah namun juga dengan investor dari Qatar masuk berinvestasi ke NTB.

  3. ​3. Tinjau kawasan Mandalika

    IMG-20260828-WA0013.jpg
    Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Dubes Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari mengatakan kunjungannya ke NTB atas undangan khusus dari Gubernur NTB sebagai bentuk komitmen dalam mempererat hubungan bilateral dan memperluas peluang kerja sama. Kunjungan ini dilakukan setelah penyerahan surat kepercayaan dirinya pada Juni lalu, dengan tujuan mengeksplorasi berbagai potensi kerja sama di bidang investasi dan pendidikan.

    ​Selama berada di Lombok, dia berkesempatan meninjau langsung kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika dan menggelar pertemuan dengan pengelola kawasan. Dia mengaku terkesan dengan pesatnya pembangunan infrastruktur serta rencana pengembangan kawasan Mandalika ke depan.

    ​Menurutnya, proyek-proyek masa depan yang tengah berjalan di Mandalika akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Lombok secara khusus, serta kemajuan ekonomi Indonesia secara umum.

    Dia menegaskan bahwa Qatar siap menjadi mitra strategis dalam merealisasikan berbagai rencana pembangunan di NTB. Kunjungan ini dipastikan bukan yang terakhir, melainkan langkah awal dari rangkaian kunjungan lanjutan untuk menjajaki peluang investasi yang lebih konkret bagi kedua pihak.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More