Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gubernur NTB yang Baru Bakal Dapat Warisan Utang, Cicilan Lunas 2029

Gubernur NTB yang Baru Bakal Dapat Warisan Utang, Cicilan Lunas 2029
Rapat paripurna terkait Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023, Rabu (17/7/2024). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB yang baru periode 2024-2029 mendapatkan warisan utang dari pemerintahan sebelumnya. Pada 2021, Pemprov NTB meminjam dana ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp750 miliar.

Pinjaman sebesar Rp750 miliar itu digunakan untuk membangun dua proyek strategis. Pembayaran cicilan utang ke PT SMI telah mulai dilakukan Pemprov NTB sejak 2023. Pembayaran cicilan utang tersebut akan lunas pada 2029 mendatang.

1. Banggar DPRD NTB minta Pemprov konsisten membayar cicilan utang

ilustrasi membayar utang (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi membayar utang (pexels.com/Karolina Grabowska)

Juru Bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB Bohari Muslim meminta Pemprov NTB agar tetap konsisten membayar cicilan utang tersebut. Bohari mengatakan pembayaran cicilan sudah dimulai sejak tahun 2023 dan akan selesai pada tahun 2029.

"Banggar tetap meminta eksekutif untuk konsisten membayar cicilan utang kepada PT SMI. Pemprov NTB meminjam utang sebesar Rp750 miliar kepada PT SMI. Uang tersebut untuk menangani dua proyek strategis," kata Bohari saat Rapat Paripurna Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023 di Kantor DPRD NTB, Rabu (17/7/2024).

2. Rp500 miliar digunakan bangun gedung dan helipad

Gedung IGD Terpadu RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Gedung IGD Terpadu RSUD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Bohari menjelaskan utang sebesar Rp750 miliar tersebut digunakan untuk pembangunan fasilitas di RSUD NTB sebesar Rp500 miliar. Fasilitas yang dibangun berupa pembangunan Gedung Trauma Center dan IGD Terpadu yang dilengkapi dengan helipad.

Dikatakan, pada 2023, RSUD NTB telah mulai mencicil pembayaran utang sebesar Rp7-8 miliar per bulan. Seiring dengan status rumah sakit tipe A, pihaknya mengapresiasi upaya yang dilakukan RSUD NTB untuk meningkatkan pendapatan.

"Banggar mengapresiasi upaya RSUP NTB yang terus bekerja keras untuk meningkatkan pendapatan tembus angka Rp50 miliar lebih per bulan menjadi Rp100 miliar per bulan. Sehingga pembayaran cicilan utang menjadi jelas dan pasti," kata Bohari.

3. RSUD NTB targetkan pendapatan Rp1,2 triliun

Ilustrasi uang rupiah (IDN Times/ Syahrial)
Ilustrasi uang rupiah (IDN Times/ Syahrial)

Sementara itu, Direktur RSUD NTB dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan pihaknya mampu menyicil pembayaran utang sebesar Rp500 miliar yang diperoleh Pemprov NTB dari PT SMI pada 2021. Setiap bulan, RSUD NTB menyicil untuk pembayaran utang sebesar Rp7-8 miliar.

Pria yang biasa disapa Dokter Jack ini menargetkan pendapatan rumah sakit mencapai Rp1,2 triliun dalam setahun. Setiap bulan, jumlah pendapatan ditargetkan sebesar Rp100 miliar. Artinya, dalam setahun ditargetkan rumah sakit tipe A milik Pemprov NTB itu dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp1,2 triliun.

Pemprov NTB berutang sebesar Rp750 miliar ke PT SMI untuk membiayai dua proyek strategis. Dua proyek strategis yang dibiayai dari utang itu adalah percepatan jalan tahun jamak senilai Rp250 miliar dan pengembangan RSUD NTB senilai Rp500 miliar.

Pinjaman sebesar Rp500 miliar untuk pengembangan RSUD NTB salah satunya digunakan untuk pembangunan Gedung Trauma Center dan IGD Terpadu yang dilengkapi helipad.

Sedangkan, pinjaman sebesar Rp250 miliar digunakan untuk membiayai program percepatan jalan tahun jamak sebanyak 14 paket yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Pendaki Asal Belgia Kecelakaan di Gunung Rinjani

04 Apr 2026, 21:43 WIBNews