Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20251128_094245_963.jpg
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memerintahkan jajaran BPBD, Dinas Sosial, Baznas NTB, serta Dinas Kesehatan Provinsi untuk bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada Selasa (13/1/2026) malam. Banjir yang terjadi di Lobar menelan satu korban jiwa meninggal dunia.

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan bahwa Gubernur Iqbal menekankan penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur, dengan prioritas utama keselamatan masyarakat.

“Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan, serta semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan,” kata Khalik di Mataram, Rabu (14/1/2026) pagi.

1. Dampak banjir di Lobar dan Loteng

Banjir menerjang wilayah Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Selasa (13/1/2026) malam. (dok. Istimewa)

Di Lombok Barat, banjir terjadi di Kecamatan Sekotong, yaitu Desa Persiapan Pengantap, dengan dampak 570 KK atau 1.711 jiwa terdampak, dan kondisi banjir dilaporkan belum surut. Sementara di Lombok Tengah, banjir terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya meliputi Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, serta update lokasi terdampak bertambah di Kecamatan Praya Barat, Desa Selong Belanak.

Berdasarkan data sementara BPBD NTB hingga Selasa (13/1/2026) pukul 23.00 WITA, di Desa Montong Ajang tercatat 50 KK terdampak dengan 50 unit rumah terendam. Sedangkan di Desa Kabul terdapat 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Langkah awal yang telah dilakukan adalah koordinasi intensif antara BPBD Provinsi NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan asesmen langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan. Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan.

2. Seorang warga meninggal dunia

Banjir menerjang wilayah Kecamatan Sekotong Lombok Barat, Selasa (13/1/2026) malam. (dok. Istimewa)

Berdasarkan laporan terbaru dari BPBD Provinsi NTB, kata Kepala Diskominfotik NTB itu, terdapat satu orang warga meninggal dunia akibat banjir di Sekotong Lombok Barat.

"Dilaporkan oleh BPBD, korban meninggal dunia adalah seorang warga bernama Ibu NR, berusia 69 tahun, yang berasal dari Sekotong," jelas Khalik.

Khalik menambahkan personel BPBD, Tagana, dan tenaga kesehatan diperintahkan untuk siaga penuh. "Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik, dan keselamatan warga menjadi yang utama,” pungkasnya.

3. Antisipasi dampak kesehatan pascabanjir

Kepala Dinkes NTB dr. Lalu Hamzi Fikri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir. Selain itu, Pemprov NTB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama kebutuhan mendesak seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi dan anak.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga. Sedangkan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahmad Masyhuri bersama Baznas NTB juga melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan.

Editorial Team