Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Iqbal dan Mori Hanafi Tak Lolos Jadi Calon Ketua KONI NTB
TPP mengumumkan hasil penjaringan dan penyaringan calon Ketua KONI NTB. Dua bakal calon yaitu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Mori Hanafi dinyatakan tidak memenuhi syarat. (IDN Times/Istimewa)
  • TPP menyatakan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Mori Hanafi tidak memenuhi syarat sebagai calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030.
  • Mori Hanafi kekurangan dukungan minimal 30 persen KONI kabupaten/kota setelah dua dukungannya juga tercatat untuk Iqbal, sementara Iqbal tidak memiliki pengalaman memimpin cabor atau KONI.
  • TPP telah menyerahkan hasil penjaringan kepada KONI NTB dan menyatakan tugasnya selesai; tindak lanjut akan ditangani KONI NTB melalui komunikasi dengan KONI Pusat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) mengumumkan hasil verifikasi dan validasi berkas persyaratan calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030. Dari hasil verifikasi dan validasi berkas pendaftaran, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Mori Hanafi dinyatakan tidak lolos menjadi calon Ketua KONI NTB 2026-2030.

Wakil Ketua TPP, Andik Budi Hariono mengatakan Gubernur Iqbal dan Mori Hanafi dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai calon Ketua KONI NTB 2026-2030. Dalam proses pendaftaran, kata dia, ada tiga orang yang mendaftar. Namun, dua orang yang mengembalikan berkas yaitu Gubernur Iqbal dan Mori Hanafi.

"Kemudian setelah kita verifikasi dan validasi, tinggal dua yaitu Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal. Dari dua ini kita nyatakan dari TPP adalah tidak memenuhi syarat," kata Hariono di Mataram, Selasa (18/8/2026).

1. Penyebab Mori dan Iqbal dinyatakan tidak memenuhi syarat

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal resmi mendaftar sebagai calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030 pada Jumat (14/8/2026). (IDN Times/Istimewa)

Hariono membeberkan penyebab Mori Hanafi dan Lalu Iqbal tidak lolos menjadi calon Ketua KONI NTB 2026-2030. Pertama, dukungan KONI kabupaten/kota untuk bakal calon Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, kurang dari 30 persen.

Kedua, Lalu Iqbal juga dinyatakan tak memenuhi syarat karena tidak memiliki pengalaman memimpin atau sebagai ketua umum cabang olahraga (cabor) atau ketua umum KONI. "Sudah kita laporkan kepada Ketua KONI NTB juga untuk hasil kerja TPP," terang Hariono.

2. Dukungan ganda KONI kabupaten/kota

Mori Hanafi resmi mendaftar sebagai calon Ketua KONI NTB 2026-2030 pada Selasa (11/8/2026). (dok. Istimewa)

Untuk dukungan cabor, kata Hariono, kedua kandidat sebenarnya telah memenuhi syarat. Khusus Mori Hanafi, kata dia, ada dukungan ganda dari KONI kabupaten/kota. Pada saat pendaftaran, Mori mengantongi dukungan dari KONI Sumbawa, Lombok Barat, Lombok Utara dan Dompu.

Namun, setelah dilakukan verifikasi berkas pendaftaran, KONI Lombok Utara dan Dompu juga mendukung Lalu Iqbal. Sehingga, tinggal dua dukungan KONI kabupaten/kota untuk Mori Hanafi. Karena jumlah dukungan KONI kabupaten/kota kurang dari 30 persen maka Mori Hanafi dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi calon Ketua KONI NTB 2026-2030.

3. Bagaimana kelanjutan penjaringan Ketua KONI NTB?

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal resmi mendaftar sebagai calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030 pada Jumat (14/8/2026). (IDN Times/Istimewa)

Hariono menegaskan bahwa tugas TPP selesai sampai di sini. TPP sudah melaporkan hasil penjaringan dan penyaringan calon kepada Ketua KONI NTB. Anggota TPP, Asnirawati menambahkan bahwa TPP sudah menyerahkan laporan hasil penjaringan dan penyaringan ke KONI NTB.

"Untuk langkah selanjutnya kita serahkan ke KONI NTB. Tugas kita sampai di sini. Ketika semua (bakal calon) itu tidak memenuhi syarat berarti tugas kami selesai. Untuk tindaklanjutnya kami serahkan ke KONI NTB. Selanjutnya KONI NTB akan berkomunikasi dengan KONI Pusat," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article