Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gibran Minta Maaf ke Warga Amfoang NTT karena Selama ini Hidup Terisolir
Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau jembatan putus di Amfoang, Kupang, NTT. (Dok istimewa)
  • Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada warga Amfoang, NTT atas keterisolasian wilayah akibat jembatan rusak dan berjanji segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencari solusi.
  • Gibran menyoroti kondisi anak sekolah dan ibu hamil yang harus menyeberangi sungai, serta memerintahkan Gubernur NTT dan Wakil Bupati Kupang memberi perhatian khusus pada kelompok rentan tersebut.
  • Kunjungan ke Amfoang awalnya tidak dijadwalkan, namun dilakukan setelah Gibran menerima laporan langsung dari mahasiswa asal Amfoang saat berdialog di Tugu Adipura Kota Kupang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada warga Amfoang, Kabupaten Kupang, NTT atas keterisolasian wilayah akibat jembatan rusak dan berjanji akan menindaklanjuti perbaikan melalui koordinasi dengan kementerian terkait.
  • Who?
    Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama warga Amfoang, Gubernur NTT Melki Laka Lena, dan Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki.
  • Where?
    Kunjungan berlangsung di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Pertemuan dan permintaan maaf disampaikan pada Jumat, 22 Mei 2026, setelah Gibran tiba menggunakan helikopter di wilayah tersebut.
  • Why?
    Kunjungan dilakukan karena laporan mahasiswa tentang kondisi warga yang terisolir akibat jembatan putus sehingga aktivitas harian seperti sekolah dan akses kesehatan terganggu.
  • How?
    Gibran datang menggunakan helikopter, berdialog langsung dengan warga, meninjau dua jembatan rusak, serta memerintahkan pejabat daerah untuk memberi perhatian khusus pada kelompok rentan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Gibran naik helikopter ke Amfoang di NTT dan minta maaf ke orang-orang di sana karena jalan dan jembatan rusak jadi susah lewat. Banyak anak sekolah dan ibu hamil harus menyeberang sungai. Gibran janji mau bicara dengan kementerian supaya cepat diperbaiki dan juga minta gubernur bantu orang yang susah itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka meminta maaf kepada masyarakat Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) atas keterbatasan akses selama ini di wilayah tersebut.

Gibran menyatakan ini ketika berkunjung dan bertemu dengan masyarakat Amfoang pada Jumat (22/5/2026). Gibran saat itu menggunakan helikopter dan mendarat di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya.

1. Akan dikoordinasikan dengan kementerian

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau jembatan putus di Amfoang, Kupang, NTT. (Dok istimewa)

Ketika tiba, ia langsung disambut oleh warga yang sudah menunggu dari pagi mulai dari anak-anak hingga orangtua termasuk mahasiswa yang ditemuinya semalam di Tugu Adipura Kota Kupang, Kamis (21/5/2026).

Ia langsung meninjau jembatan-jembatan yang terputus sehingga masyarakat selama ini terpaksa melewati sungai, baik untuk berobat, melahirkan, mendapat logistik, keperluan lainnya, hingga beberapa kali jenazah harus digotong. Gibran meminta maaf atas hal yang telah dialami masyarakat Amfoang selama ini.

"Tadi sudah kita lihat dua jembatan yang rusak. Saya lihat kerusakan ini cukup parah. Dan saya lihat keadaan di desa ini, di kampung ini, terisolasi. Saya mohon maaf sekali," ucap Gibran saat berdialog dengan warga.

Pada saat yang sama, ia berjanji keterbatasan ini akan segera tertangani begitu ia berkoordinasi dengan kementerian terkait.

"Setelah pulang dari sini saya janji akan Koordinasikan dengan kementerian terkait agar diberikan solusi terbaik untuk bapak-ibu semua," tambah dia.

2. Perintah khusus ke Gubernur NTT

Gibran tiba di Amfoang setelah meninjau proyek garam dan rumput laut di Rote. (Dok Prokopim Setda Provinsi NTT)

Gibran juga telah mendengarkan paparan mahasiswa asal Amfoang sebelumnya mengenai anak sekolah hingga ibu hamil yang terpaksa menyeberangi sungai.

"Sudah dipaparkan efek putusnya jembatan ini. Ada anak-anak sekolah yang harus basah-basahan. Ada ibu hamil yang harus menyebrang sungai," tandasnya.

Ia juga memerintahkan agar Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki memerhatikan kaum rentan di wilayah ini.

"Tadi ada satu ibu hamil juga. Saya mohon atensinya Pak Gub, Ibu Wabup, jangan sampai kenapa-kenapa di jalan," tegas dia.

3. Jadwal berubah untuk ke Amfoang

Gibran tiba di Rote meninjau proyek garam dan rumput laut. (Dok Tim Media Wagub Provinsi NTT)

Gibran sendiri datang ke NTT dengan agenda tunggal yaitu ke Rote Ndao untuk proyek strategis nasional (PSN) yakni tambak garam, taman rumput laut, sekolah, madrasah, masjid, hingga lokasi makan siang bersama masyarakat.

Namun pada saat ia tiba, Gibran bertemu dengan mahasiswa asal Amfoang. Ia mendapat laporan soal kondisi Amfoang ketika berdialog dengan para mahasiswa tersebut. Dialog ini terjadi di Tugu Adipura Kota Kupang yang tanpa penerangan jalan sehingga mereka hanya disinari lampu jalan.

"Sebenarnya saya tidak ada jadwal ke Amfoang tapi ke Pulau Rote. Tapi kemarin ketika mendarat di Kupang saya bertemu dengan teman-teman mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya," tandasnya.

Editorial Team