Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gelap-gelapan, Gibran Diadang Sejumlah Mahasiswa saat Kunjungan Kerja di NTT

Gelap-gelapan, Gibran Diadang Sejumlah Mahasiswa saat Kunjungan Kerja di NTT
Gibran bertemu perwakilan mahasiswa dan pemuda Amfoang di Kupang dengan diterangi senter handphone. (instagram.com/jayalah.negeriku)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Wapres Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Amfoang Barat Daya, NTT, setelah meninjau proyek strategis di Rote untuk melihat langsung kondisi infrastruktur yang dikeluhkan warga.
  • Mahasiswa Kupang menyampaikan kepada Gibran bahwa masyarakat Amfoang terisolir akibat minimnya jalan, jembatan, dan akses BBM sehingga aktivitas pendidikan dan kesehatan terganggu.
  • Gibran menanggapi keluhan tersebut dengan memastikan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur Amfoang serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Kupang, IDN Times - Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka tiba dengan helikopter di Amfoang Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (22/5/2026). Kedatangan Gibran disambut hangat warga yang antusias.

Kunjungan ini dilakukan oleh Gibran usai malam sebelumnya bertemu dengan mahasiswa yang menunggunya keluar dari Bandara El Tari Kupang.

Rombongan Gibran saat itu berhenti ketika melewati Bundaran Adipura karena puluhan mahasiswa yang sudah menunggu di pinggir jalan yang gelap. Kawasan itu tak memiliki lampu penerangan. Pertemuan mahasiswa dan Gibran ini dilakukan sambil berdiri dan hanya diterangi senter HP.

1. Usai tinjau proyek garam hingga rumput laut di Rote

Seorang pria mengenakan kemeja abu-abu dan selendang tenun tradisional berdiri di antara rombongan dan warga di Amfoang, NTT.
Gibran tiba di Amfoang setelah meninjau proyek garam dan rumput laut di Rote. (Dok Prokopim Setda Provinsi NTT)

Setelah mendapatkan informasi dari mahasiswa yang mengadangnya, Gibran kemudian berkunjung ke Amfoang. Gibran turun ke Amfoang untuk memastikan keluhan mengenai tak adanya infrastruktur yang memadai seperti jalan, jembatan, maupun SPBU. Jembatan yang ada saat ini dalam kondisi rusak parah dan tak layak untuk dilalui.

Helikopter Gibran mendarat di Desa Manubelon dan kemudian disambut oleh warga sekitar mulai dari anak-anak hingga orang tua termasuk mahasiswa.

Gibran sebelumnya terbang dari Rote Ndao dengan agenda peninjauan proyek strategis nasional (PSN) yakni tambak garam, taman rumput laut, sekolah, madrasah, masjid, hingga lokasi makan siang bersama masyarakat.

Gibran tiba di Rote juga menggunakan helikopter yang sama melalui kondisi cuaca hujan deras disertai angin kencang. Sementara medan darat di Rote dengan jalan sempit, bergelombang, berlubang, dan berpasir.

2. Semua sektor terganggu karena terisolir

Beberapa warga Amfoang di Kupang, NTT, mengangkat peti jenazah melintasi sungai dangkal karena tidak adanya jembatan penghubung.
Warga Amfoang, Kupang, NTT, gotong peti jenazah lewati kali karena ketiadaan jembatan. (Dok istimewa)

Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang, Asten Bait, saat berjumpa dengan Wapres Gibran, Kamis (21/5/2026), melaporkan keluhan masyarakat Amfoang selama ini.

"Ini menjadi tangisan kami di Kabupaten Kupang khususnya masyarakat Amfoang. Kami menangis karena keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan yang terisolir," jelas dia.

Asten juga menyampaikan keterbatasan akan akses BBM yang menyulitkan masyarakat untuk bertani, sekolah hingga nelayan.

Contoh dampak yang terjadi, lanjut dia, anak-anak sekolah maupun ambulans terpaksa harus menyeberangi sungai. Ada pun rumah sakit Pratama sudah dibangun namun belum beroperasi dengan baik.

3. Ingin jadi prioritas

Seorang pria mengenakan kemeja abu-abu dan topi tradisional berbentuk anyaman berbicara dengan pejabat berseragam putih di Rote, NTT.
Gibran tiba di Rote meninjau proyek garam dan rumput laut. (Dok Tim Media Wagub Provinsi NTT)

Ia menginginkan Wapres Gibran memerhatikan dan memprioritaskan kebutuhan infrastruktur masyarakat Amfoang.

"Kami harap Amfoang menjadi prioritas dan ada intervensi dari pusat sehingga bisa menjadi jawaban bagi orang tua kami," tambah dia.

Gibran sendiri sempat bertanya mengenai peran pemerintah Pemerintah Kabupaten Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT mengenai masalah tersebut.

Asten mengaku baru-baru ini pihaknya melakukan aksi damai di Kantor Gubernur NTT untuk menyuarakan hal serupa namun Melki tak berada di tempat.

Gibran langsung menindaklanjuti itu dengan langsung bertanya jarak ke lokasi Amfoang dan memastikan ia akan turun ke sana selepas dari Rote.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More