Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banjir di Bima Sebabkan Jembatan Putus dan Tiga Warga Terluka

Banjir di Bima Sebabkan Jembatan Putus dan Tiga Warga Terluka
Jembatan putus akibat banjir di Kabupaten Bima. (dok. BPBD NTB)
Intinya Sih
  • Hujan lebat dan angin kencang selama tiga jam di Kabupaten Bima memicu banjir di tiga desa, menyebabkan satu jembatan putus serta tiga warga mengalami luka-luka.
  • BPBD NTB bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan pendataan dan penanganan darurat, dengan kebutuhan mendesak berupa alat berat untuk membangun jembatan darurat di Desa Sumi.
  • BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem selama transisi menuju musim kemarau di NTB, dengan peluang hujan lebat mencapai 100 mm per dasarian di beberapa wilayah termasuk Bima.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Mataram, IDN Times - Hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu malam (20/5/2026). Cuaca ekstrem yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam sejak pukul 20.58 WITA hingga 23.58 WITA tersebut memicu banjir pada sejumlah titik di dua kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, Kamis (21/5/2026) menjelaskan wilayah yang terdampak meliputi Desa Sumi dan Desa Nggelu Kecamatan Lambu serta Desa Sangia Kecamatan Sape. Meski air telah surut, banjir tersebut menyebabkan kerusakan jembatan putus dan tiga warga mengalami luka-luka.

1. Satu jembatan putus total, tiga warga luka-luka

IMG-20260521-WA0060.jpg
Jembatan putus akibat banjir di Kabupaten Bima. (dok. BPBD NTB)

Sadimin menjelaskan ketinggian banjir antara 10 hingga 50 sentimeter menerjang permukiman warga dan fasilitas publik. Di Desa Sumi Kecamatan Lambu, banjir menyebabkan satu jembatan putus total, tiga unit sepeda motor milik warga mengalami kerusakan ringan dan tiga warga mengalami luka-luka.

Sedangkan di Desa Nggelu Kecamatan Lambu, akses jalan kabupaten mengalami kerusakan parah. Sementara di Desa Sangia Kecamatan Sape, akses jalan lintas Sangia - Kowo sepanjang 100 meter lumpuh dan terganggu akibat tergenang air yang bercampur dengan lumpur.

"Kerugian materiil pada lahan pertanian warga dan infrastruktur umum lainnya masih dalam proses pendataan dan kaji cepat oleh tim di lapangan," kata Sadimin.

2. Butuh alat berat untuk membangun jembatan darurat

IMG_20250708_131256_880.jpg
Ilustrasi alat berat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sadimin menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama BPBD Kabupaten Bima. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, aparatur desa, serta masyarakat setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan, dan penanganan darurat.

Koordinasi lanjutan dengan dinas-dinas terkait juga terus dilakukan guna membagi kewenangan pemulihan pascabencana. Sadimin mengungkapkan kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat. Alat berat itu, sangat dibutuhkan untuk segera membangun jembatan darurat di Desa Sumi agar warga tidak terisolir.

3. Waspada cuaca ekstrem pada transisi musim kemarau

IMG_20251118_132118_924.jpg
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sadimin mengatakan sebagian wilayah NTB sudah memasuki musim kemarau. Sementara sebagian wilayah lainnya berada pada masa transisi menuju musim kemarau. Sehingga berpotensi terjadi cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung.

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi NTB, pada dasarian III Mei 2026, peluang terjadinya hujan berintensitas di atas 50 mm per dasarian mencapai 50 - 80 persen di hampir seluruh NTB.

Bahkan, terdapat peluang hujan lebat di atas 100 mm per dasarian sebesar 10 - 40 persen di sebagian wilayah Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, termasuk sebagian wilayah Bima.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More