Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Insiden Laut Beruntun Terjadi di NTT dalam Sepekan, Satu Orang Meninggal

Dua Insiden Laut Beruntun Terjadi di NTT dalam Sepekan, Satu Orang Meninggal
Evakuasi nelayan di Kupang yang alami mati mesin. (Dok Basarnas Kupang)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Dalam sepekan, dua insiden laut terjadi di perairan NTT: kapal mati mesin di Kupang dan perahu terbalik di Sabu Raijua.
  • Dua pemancing di Perairan Otan berhasil diselamatkan Tim SAR Kupang setelah terombang-ambing beberapa jam akibat kapal mati mesin.
  • Di Sabu Raijua, satu nelayan meninggal dunia dan dua lainnya selamat setelah sampan mereka terbalik karena cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Kupang, IDN Times - Dalam sepekan terakhir, dua insiden laut terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berhasil ditangani Tim SAR gabungan. Insiden terbaru terjadi di Perairan Otan, Kabupaten Kupang, berupa kapal yang mengalami mati mesin. Sebelumnya, sebuah perahu terbalik di Perairan Sabu Besar, Kabupaten Sabu Raijua.

Insiden di Perairan Otan dialami dua orang pemancing, sementara kecelakaan laut di Perairan Sabu Besar melibatkan tiga nelayan. Seluruh korban berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang dilakukan tim SAR gabungan.

1. Terombang-ambing beberapa jam

Petugas Basarnas Kupang mengevakuasi seorang nelayan di atas kapal penyelamat di tengah laut setelah perahu mengalami mati mesin.
Evakuasi nelayan di Kupang yang alami mati mesin. (Dok Basarnas Kupang)

Untuk di Perairan Otan Kabupaten Kupang, diketahui para korban terombang-ambing di lautan selama beberapa jam karena kapal yang mati mesin. Dua korban yakni Adi (46), warga Oesapa Barat, dan Melan (26), warga Noelbaki.

Kapal keduanya mengalami mati mesin sejak pukul pukul 03.00 WITA pada Minggu (24/5/2026). Sebelumnya mereka berangkat melaut sejak Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 09.00 WITA dari Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang.

Akibat peristiwa itu, korban Adi melapor dan meminta bantuan dari Tim SAR untuk mengevakuasi mereka yang telah terombang-ambing beberapa jam. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel mengatakan timnya langsung merespons dan mencari pada korban.

2. Dua nelayan selamat

Petugas Basarnas Kupang mengevakuasi nelayan dari perahu kayu yang mengalami mati mesin di tengah laut dengan menggunakan kapal penyelamat.
Evakuasi nelayan di Kupang yang alami mati mesin. (Dok Basarnas Kupang)

Ia menyebut Tim Rescue Basarnas Kupang bergerak bersama ABK KN SAR Antareja 233 ke lokasi kejadian pada pukul 08.05 WITA dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.40 WITA.

"Sehingga pencarian langsung dilakukan," kata dia.

Dalam operasi ini 24 personel yang diterjunkan dengan dukungan unsur gabungan dari Bakamla Kupang, KSOP Kupang, dan KKP Kupang.

"Kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada pukul 10.55 WITA. Mereka kemudian dievakuasi ke KN SAR Antareja 233 sebelum dibawa menuju Pelabuhan Navigasi Kupang. Seluruh korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Mexianus.

3. Satu nelayan meninggal dunia

Petugas Basarnas dan keluarga berdiri di sekitar jenazah nelayan yang menjadi korban kapal terbalik di Sabu di ruang rumah sakit.
Seorang nelayan tak berhasil selamat dalam insiden kapal terbalik di Sabu. (Dok Basarnas Kupang)

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang menerima laporan dari BPBD Sabu Raijua soal terbaliknya sampan yang ditumpangi tiga nelayan. Laporan ini diterima pada Selasa (20/5/2026) pukul 06.30 WITA.

Sampa ini terbalik akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi sejak pukul 00.05 WITA setelah mereka melaut dari 20.00 WITA Senin (19/5/2026). Dalam insiden ini dua korban lebih dahulu ditemukan. Satu korban selamat dan satu lainnya ditemukan meninggal dunia.

Sementara seorang nelayan bernama Imanuel Lappa Ga (56), warga Desa Lobohede, sempat dinyatakan hilang dan masuk dalam pencarian Tim SAR gabungan. Ia kemudian ditemukan dengan selamat pada Selasa pagi sekitar pukul 09.10 WITA.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More