Mataram, IDN Times - Data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) terkait angka stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2022, jomplang cukup tinggi. Berdasarkan SSGI 2022, angka stunting di NTB sebesar 32,7 persen, sedangkan E-PPGBM sebesar 16,84 persen.
Jomplangnya data SSGI dan e-PPGBM menjadi perhatian serius Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah. Dalam rapat koordinasi penanganan penurunan stunting, Selasa (11/4/2023), Wagub Rohmi mengatakan secara pribadi dirinya sangat percaya dengan data e-PPGBM karena datanya riil by name by address.
Karena data SSGI dan e-PPGBM 2022 jomplang cukup tinggi yaitu 15,86 persen, ia menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dan Dikes Kabupaten/Kota untuk mendampingi surveyor ketika melakukan survei di lapangan. Sehingga data stunting benar-benar riil sesuai kondisi di lapangan.
"Jangan sampai hasil survei (SSGI) kita jauh sekali dengan data e-PPGBM . Dari 10 kabupaten/kota, Sumbawa Barat dan Mataram adalah 2 kabupaten/kota yang jaraknya kecil, jaraknya 3 - 4 persen (data SSGI dan e-PPGBM). Sehingga otomatis kepercayaan terhadap data itu menjadi besar. Karena data riil sama data survei jaraknya dekat," kata Wagub Rohmi.
