Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cuaca Ekstrem, 1.465 KK Terdampak Banjir di Lombok Tengah
Banjir yang merendam permukiman warga di Lombok Tengah. (dok. Istimewa)
  • Sebanyak 1.465 KK di Lombok Tengah terdampak banjir akibat hujan lebat yang menyebabkan meluapnya sungai dan buruknya drainase di tiga kecamatan: Pujut, Praya Timur, dan Praya Barat.
  • Banjir merendam 16 desa dengan dampak terparah di Desa Bangket Parak, sementara BPBD NTB mencatat kebutuhan mendesak berupa bantuan logistik tanggap darurat bagi warga terdampak.
  • Selain banjir, tanah longsor dan angin puting beliung juga terjadi di beberapa titik, merusak rumah warga; tim BPBD telah menyalurkan bantuan serta mengimbau masyarakat tetap waspada.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Tengah, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat sebanyak 1.465 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Lombok Tengah yang terjadi pada Selasa (24/2/2026). Ribuan rumah warga terendam banjir di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Pujut, Praya Timur dan Praya Barat.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan kebutuhan mendesak bagi warga terdampak saat ini adalah bantuan logistik tanggap darurat. "Kondisi saat ini, banjir masih menggenangi wilayah terdampak," kata Sadimin, Rabu (25/2/2026) siang.

1. Banjir rendam 16 desa di tiga kecamatan

Salah satu warga yang rumahnya terendam banjir di Lombok Tengah, Selasa (24/2/2026). (dok. Istimewa)

Bencana banjir di Lombok Tengah bermula pada Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 12.30 WITA. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Lombok Tengah menyebabkan debit air meningkat drastis.

Akibat buruknya drainase dan meluapnya beberapa aliran sungai, air merendam permukiman warga. Di saat yang bersamaan, tanah longsor dan angin puting beliung juga terjadi di beberapa titik.

Terdapat 16 desa di tiga kecamatan yang diterjang banjir. Di Kecamatan Pujut, banjir merendam tiga desa yaitu Desa Kuta, Desa Pengembur dan Desa Bangket Parak.

Kemudian di Kecamatan Praya Timur, banjir merendam 8 desa yaitu Desa Landah, Desa Ganti, Desa Semoyang, Desa Bilelando, Desa Mujur, Desa Beleka Daye, Desa Beleka Lebe Sane dan Desa Kidang.

Sedangkan di Kecamatan Praya Barat, banjir merendam lima desa yaitu Desa Tanak Rarang, Desa Setanggor, Desa Penujak, Desa Bonder dan Desa Ungga.

2. Sebaran masyarakat terdampak di masing-masing kecamatan

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sadimin merincikan jumlah masyarakat terdampak banjir di masing-masing desa dan kecamatan. Di Kecamatan Pujut, wilayah terdampak meliputi Desa Kuta 167 KK, Desa Pengembur 64 KK, dan dampak terparah di Desa Bangket Parak sebanyak 450 KK.

Kemudian di Kecamatan Praya Timur, banjir menggenangi delapan desa, di antaranya Desa Landah, Ganti, Semoyang, Mujur, serta Desa Bilelando 234 KK, Desa Beleka Daye 50 KK, Desa Beleka Lebe Sane 150 KK, dan Desa Kidang 286 KK. Sementara di Kecamatan Praya Barat, masyarakat terdampak di Desa Tanak Rarang 64 KK, Desa Bonder 3 KK serta Desa Setanggor, Penujak, dan Ungga.

3. Tanah longsor dan angin puting beliung merusak rumah warga

Jalan menuju kawasan Mandalika yang tertimbun material longsor. (dok. Istimewa)

Selain banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat, yang berdampak pada satu kepala keluarga. Sedangkan angin puting beliung merusak rumah warga di tiga lokasi berbeda.

Antara lain di Kecamatan Batukliang Utara, satu rumah warga di Desa Seteling dilaporkan rusak. Kemudian di Kecamatan Praya, satu rumah warga di Kelurahan Praya mengalami kerusakan. Sedangkan di Kecamatan Pujut, satu unit bangunan toko di Desa Kuta mengalami kerusakan akibat hantaman angin kencang.

Dia mengatakan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD tengah berada di lapangan untuk mendata kerusakan dan memastikan keselamatan warga. Selain itu, tim logistik telah dikerahkan ke lokasi dengan membawa bantuan peralatan berupa 3 unit tenda, lampu penerangan, perahu untuk evakuasi, genset, dan alas tidur.

Kemudian bantuan awal berupa mie instan telah dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga di pengungsian. Sadimin mengingatkan masyarakat bahwa NTB saat ini berada di puncak musim hujan.

Potensi hujan intensitas tinggi diprediksi masih akan terjadi hingga akhir Februari 2026. Masyarakat diminta untuk terus waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, angin kencang, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Editorial Team