Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
​Cegat Mobil Prabowo, Mahasiswa Unram Tuntut Evaluasi Total Program MBG
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Unram, Maulana saat mencegat dan menyerahkan dokumen kajian program strategis seperti MBG dan KDKMP kepada Presiden Prabowo saat kunjungan meresmikan Bendungan Meninting, Jumat (10/7/2026). (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Mataram (Unram), Maulana, mencegat mobil Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kerja peresmian Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Dia menyerahkan kajian kepada Prabowo agar mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), kenaikan harga BBM hingga kasus gratifikasi dana siluman DPRD NTB.

Maulana mengungkapkan, dia mengetahui kedatangan Presiden Prabowo dua hari sebelumnya. Dia sendiri baru saja dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Unram pada Kamis, 9 Juli 2026. Usai dilantik, mereka berdiskusi untuk membuat kajian terkait isu-isu yang sedang menjadi perhatian di tingkat nasional dan daerah.

"Terkait dengan kejadian penghadangan mobil presiden kemarin, awalnya saya ingin memberikan kajian itu kepada AHY (Agus Harimurti Yudhoyono). Karena sebelumnya, saya mendapat kabar beliau akan salat Jumat di Islamic Center Mataram. Namun, ternyata AHY tidak salat di Islamic Center. Akhirnya, memang tujuan awal kita ingin memberikan langsung kajian tersebut kepada Presiden Prabowo di Bendungan Meninting," tutur Maulana dikonfirmasi IDN Times , Senin (13/7/2026).

1. Prabowo menerima dokumen kajian mahasiswa Unram

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Unram, Maulana. (dok. Istimewa)

Setelah salat Jumat, dia melihat helikopter yang mengangkut Presiden Prabowo turun di sekitar daerah Bendungan Meninting. Maulana bersama satu orang mahasiswa lainnya yang berboncengan ke lokasi langsung menuju Bendungan Meninting.

Di tengah-tengah perjalanan, jalanan yang akan dilalui rombongan presiden agak macet. Masyarakat sekitar perumahan penduduk banyak yang keluar menyaksikan kedatangan Prabowo. Di jalan yang tidak ketat penjagaan aparat, mereka kemudian mencegat mobil Prabowo. Mobil Maung yang digunakan Prabowo berhenti dan dia menerima dokumen kajian mahasiswa Unram.

​"Dokumen kajian itu langsung diterima dan saya juga betul-betul melihat bahwa Prabowo sempat membaca cover. Yang di mana cover tersebut adalah pamflet daripada seruan aksi yang sebelumnya di hari Kamis itu udah kami informasikan melalui... udah saya up juga di media saya.

​"Saya memutuskan langsung menghadang Presiden Prabowo untuk langsung memberikan kajian tersebut di sana. Saya langsung berdiri di depan mobilnya yang masih berjarak dengan saya itu sekitar 10 meteran. Saya berteriak, "Ini tuntutan mahasiswa, ini kajian Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Mataram" Dan langsung itu diterima oleh presiden," tutur Maulana.

2. Tuntut evaluasi total MBG hingga penanganan kasus dana siluman DPRD NTB

Aksi demonstrasi ratusan mahasiswa PMII Kota Mataram di depan Kantor Gubernur NTB, Selasa (23/6/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Maulana menyebutkan sejumlah tuntutan dalam kajian yang diserahkan langsung ke Presiden Prabowo. Di antaranya, tuntutan agar Prabowo mengevaluasi total program MBG, KDKMP, kenaikan harga BBM hingga pengusutan tuntas kasus gratifikasi dana siluman DPRD NTB.

"Saya rasa itu juga perlu untuk diketahui oleh Presiden Prabowo. Apalagi setelah saya melakukan pencegatan, di pidato pasca dia melakukan peresmian di Bendungan Meninting, jelas bahwa dia mengetahui ada oknum-oknum yang berada dalam program-program tersebut," kata dia.

Terkait program MBG, mahasiswa menyoroti keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sangat banyak dibandingkan dengan jumlah penerima manfaat. Menurutnya, jumlah SPPG di NTB sudah sangat banyak dibandingkan dengan sasaran penerima manfaat.

"Jadi, saya ingin menyorot bahwa kebermanfaatan dari program Makan Bergizi Gratis ini, kondisi lapangannya saat ini bahwa kebermanfaatan itu jauh lebih banyak dinikmati oknum-oknum," jelas Maulana.

Seharusnya, program MBG dapat memberikan dampak kepada petani dan UMKM. Tetapi justru program MBG banyak dinikmati oleh oknum-oknum pemilik SPPG. "Itu yang menjadi sorotan kami kenapa kemudian kami di Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas menyorot untuk mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh presiden," terangnya.

Menurutnya, sekitar 90 persen program MBG dimanfaatkan oleh oknum-oknum, sementara masyarakat hanya menerima sekitar 10 persen. "Itu yang menjadi sorotan penuh dari kami Dewan Perwakilan Mahasiswa, makanya kami ingin dievaluasi secara total program ini," tambahnya.

​3. Dicegat aparat dan diminta hapus video

Aparat kepolisian berusaha mencegat Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Unram Maulana yang menghadang mobil Presiden Prabowo, Jumat (10/6/2026). (dok. Istimewa)

Usai berhasil menghadang Prabowo, Maulana mengaku dicegat oleh aparat dan mereka diminta untuk menghapus videonya saat mencegat mobil presiden. Bahkan, kartu identitas seperti KTP diminta oleh aparat.

​​"Saya bersama teman saya itu hampir HP-nya mau diambil, kunci motornya mau diambil. Saya berhasil itu karena saya memberikan pamflet tersebut dengan KTP-KTP saya bersama teman saya, makanya saya diperbolehkan untuk pergi di sana," kata dia.

Maulana mengatakan dirinya sempat mendapatkan ancaman. Namun, dia menganggap ancaman seperti itu hal yang biasa. Karena setiap turun aksi di kantor Gubernuran maupun kantor pemerintahan, mereka juga kerap mendapatkan ancaman.

​​"Jangankan dalam momentum yang saya rasa juga besar ini (kedatangan presiden), kita aksi-aksi juga di gubernuran, aksi-aksi juga di dinas-dinas, ancaman-ancaman itu pasti tetap ada. Jadi bagi saya pribadi, hal-hal begini sudah biasa," tandasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article