Bulog Lotim Jamin Harga Gabah Tetap Stabil saat Panen Raya

Lombok Timur, IDN Times - Dua bulan lagi wilayah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akan panen raya. Tahun ini luas wilayah areal tanam padi di Gumi Selaparang mengalami peningkatan cukup signifikan. Hal ini karena curah hujan yang cukup baik, sehingga lahan yang sebelumnya gagal tanam, kini telah bisa ditanami.
Luas areal tanaman padi ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap anjloknya harga gabah saat panen raya. Kondisi ini menjadi kekhawatiran banyak petani di Lotim.
1. Berharap harga bisa stabil

Petani berharap saat panen raya nanti harga gabah petani bisa stabil, terutama saat panen raya. Mustiadi, petani asal Desa Darmasari Kecamatan Sikur salah satunya.
Ia berharap pemerintah bisa turun tangan melakukan kontrol harga agar harga bisa stabil. Sebab setiap masuk panen raya, harga selalu anjlok. Seperti yang terjadi pada tahun lalu, harga anjlok ke harga Rp3.750 - 4.000 per kilogram.
"Kita berharap harga gabah ini stabil di harga Rp7.000 atau Rp7.500 per kilogram, jangan kayak tahun lalu," ucapnya.
Dijelaskan Mustiadi, jika stabil pada harga tersebut, petani bisa mendapatkan keuntungan. Sebab kondisi saat ini biaya produksi telah meningkat.
"Saat ini harga pupuk dan obat-obatan mahal, termasuk ongkos buruh juga mengalami kenaikan," ujarnya.
2. Bulog jamin harga gabah stabil

Kepala Bulog Lotim, Supermansyah mengatakan, menghadapi panen raya gabah tahun ini, pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di angka Rp6.500 per kilogram.
Untuk menjamin harga stabil, pihaknya telah membentuk tim yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian Lotim untuk jemput bola melakukan pembelian ke lapangan. Ini merupakan antisipasi jika terjadi penurunan harga.
"Harga sudah ditetapkan pemerintah Rp6.500 per kilogram dengan ketentuan sesuai kualitas, kotoran maksimal 10 persen dan HKA 50 persen," jelas Supermansyah.
Pada panen raya ini, Supermansyah menegaskan pihaknya akan menyerap seluruh gabah petani, dengan memaksimalkan mitra penggilingan padi. Sehingga petani diimbau untuk tidak khawatir dengan anjloknya harga.
"Secara Nasional target serapan gabah sebanyak 3 juta ton, NTB sebanyak 180.000 ton. Sedangkan untuk Lotim masih menunggu keputusan dari Bulog NTB," ucapnya.
3. Produksi gabah di Lotim diperkirakan surplus

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Kasturi mengatakan, tahun ini luas areal tanam padi di Lotim sebanyak 48 ribu hektare. Dengan perkiraan jumlah produksi gabah sebanyak 264 ribu ton, yaitu rata-rata 5-6 ton per hektare.
Jumlah luas areal tanaman padi tahun ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan musim tanam tahun 2024 lalu. Hal itu karena curah hujan yang baik serta ketersediaan pupuk yang cukup.
"Kita berharap Bulog bisa menyerap gabah petani, karena tahun ini diperkirakan produksi meningkat," pungkasnya.



















