Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Angkasa Pura Undang Investor Bangun Hotel dan Mal di Kawasan Bandara
Ilustrasi penumpang di Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lombok Tengah, IDN Times - PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Lombok membuka peluang investasi bagi pengusaha untuk membangun hotel dan pusat perbelanjaan (mal) di kawasan bandara. Dengan luas mencapai 500 hektare, Bandara Lombok memiliki area potensial untuk pengembangan fasilitas komersial.

"Kami berharap partisipasi dari perusahaan swasta, BUMN, atau pemerintah dalam mengembangkan kawasan ini. Lombok Tengah memerlukan pemicu (trigger) untuk pertumbuhan ekonomi. Bisa melalui pembangunan hotel atau mal yang dikerjasamakan," ujar Manajer Humas PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Lombok, Arif Haryanto, saat acara penanaman pohon, Sabtu (23/11/2024).

1. Baru satu hotel berdiri di dekat Bandara Lombok

Pintu masuk Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Saat ini, hanya ada satu hotel di sekitar Bandara Lombok, itu pun berada di luar kawasan bandara. Arif menekankan bahwa luas kawasan Bandara Lombok, yang hampir setara dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), membutuhkan sentuhan investor untuk optimalisasi ke depan.

"Lahan bandara memang dirancang lebih besar dari kebutuhan saat ini, sebagai antisipasi peningkatan jumlah trafik di masa mendatang," jelas Arif.

PT Angkasa Pura Indonesia gencar mempromosikan peluang investasi ini, termasuk dengan menggandeng pemerintah daerah. Arif menyebutkan bahwa pengembangan fasilitas komersial sudah menjadi tren di bandara-bandara lain di Indonesia.

2. Pergerakan penumpang mencapai 1,79 juta orang hingga September 2024

Situasi di Bandara Internasional Lombok setelah puluhan penerbangan dibatalkan imbas abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki. (dok. Istimewa)

Hingga September 2024, Bandara Lombok mencatat 1,79 juta pergerakan penumpang, dengan tingkat pemulihan (recovery rate) mencapai 86 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebelum pandemi, yang mencapai 2 juta penumpang.

Kinerja paling signifikan terlihat pada sektor kargo. Tercatat sebanyak 10.193 ton kargo dilayani sepanjang Januari-September 2024, naik 144 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar 7.063 ton. Lonjakan ini dipengaruhi oleh berbagai katalis, termasuk logistik ajang World Superbike (WSBK) 2021-2023 dan MotoGP 2022-2024.

Untuk pergerakan pesawat, Bandara Lombok mencatat 18.946 penerbangan pada Januari-September 2024. Angka ini mencapai tingkat pemulihan 92 persen dibandingkan dengan 20.514 penerbangan pada periode yang sama di 2019.

3. Layani konektivitas 10 destinasi domestik dan dua destinasi internasional

Ilustrasi pesawat parkir di Bandara Lombok. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Bandara Lombok saat ini melayani konektivitas langsung ke sepuluh destinasi domestik, yakni:

  • Jakarta (CGK)
  • Surabaya (SUB)
  • Yogyakarta (YIA)
  • Bali (DPS)
  • Bima (BMU)
  • Sumbawa Besar (SWQ)
  • Makassar (UPG)
  • Balikpapan (BPN)
  • Semarang (SRG)
  • Batam (BTH)

Maskapai yang melayani penerbangan domestik meliputi Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, dan Pelita Air.

Untuk rute internasional, Bandara Lombok saat ini melayani penerbangan ke dua destinasi, yakni Kuala Lumpur (KUL) melalui Indonesia AirAsia, AirAsia Berhad, dan Batik Air Malaysia, serta Singapura melalui Scoot Airlines.

Editorial Team

Related Article