Ribuan TPS Rawan, 4.228 Polisi Diterjunkan Amankan Pilkada NTB

Mataram, IDN Times - Polda NTB menerjunkan sebanyak 4.228 personel untuk mengamankan Pilkada serentak 2024 pada 10 kabupaten/kota di NTB. Ribuan personel aparat kepolisian tersebut berasal dari Polda NTB dan Polres jajaran.
Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan mengatakan ribuan personel yang diterjunkan untuk memastikan kelancaran dan keamanan Pilkada Serentak 2024 di NTB. Polda NTB mencatat ada ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan dan sangat rawan.
1. Petakan TPS rawan dan sangat rawan

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Provinsi NTB mencapai 3.953.303 orang. Dengan total 8.405 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di berbagai wilayah.
Polda NTB telah mengklasifikasikan TPS berdasarkan tingkat kerawanannya.Sebanyak 7.044 TPS kurang rawan, 1.136 TPS rawan, dan 225 TPS sangat rawan.
Untuk itu, sebanyak 4.228 personel Polri akan dikerahkan, termasuk 1.600 personel Polda NTB yang siap mendukung pengamanan di seluruh kabupaten/kota.
"Setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Kita adalah garda terdepan dalam memastikan proses demokrasi berjalan lancar," tegas Hadi, Jumat (22/11/2024).
2. Aparat kepolisian diingatkan jaga netralitas

Hadi menekankan pentingnya sinergi dengan unsur terkait seperti TNI, KPU, Bawaslu, serta instansi lainnya. Koordinasi yang baik akan menjadi kunci keberhasilan pengamanan Pilkada NTB 2024.
"Kita juga harus siap bertindak tegas sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur), namun tetap mengedepankan pendekatan humanis," katanya.
Alumni Akpol 1991 itu juga mengingatkan personel untuk menjaga netralitas, menjauhi tindakan yang melanggar kode etik, dan selalu waspada terhadap potensi ancaman keamanan.
"Tugas ini memerlukan integritas, ketulusan, dan tanggung jawab tinggi. Mari kita bersama-sama menjaga NTB agar tetap aman dan damai selama pilkada," ujarnya.
Dengan persiapan matang itu, Polda NTB berharap pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di NTB, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sukses, sesuai harapan seluruh masyarakat.
3. Pilkada di NTB diikuti 35 Paslon kepala daerah

KPU telah menetapkan 35 pasangan calon (Paslon) kepala daerah pada Pilkada serentak 2024. Terdiri dari tiga Paslon untuk Pilgub NTB dan 32 Paslon Pemilihan Bupati dan Walikota. Rinciannya, Kota Bima tiga paslon, Kabupaten Bima dua paslon, Kabupaten Dompu dua Paslon.
Kemudian Kabupaten Sumbawa empat paslon, Kabupaten Sumbawa Barat empat paslon, Kabupaten Lombok Timur lima paslon, Kabupaten Lombok Tengah tiga Paslon, Kabupaten Lombok Barat empat paslon, Kabupaten Lombok Utara tiga paslon dan Kota Mataram dua paslon.
Pj Gubernur NTB Hassanudin mengatakan siapa pun yang kalah atau menang merupakan konsekuensi dari sebuah kompetisi. Dia mengajak mayarakat agar menyambut pesta demokrasi dengan riang gembira serta menjaga kondusivitas berdemokrasi.
“Tagline kita adalah pemilu damai, dan saya mengajak masyarakat NTB, dari 10 kabupaten/kota, 117 kecamatan dan 1.166 desa dan kelurahan agar menyambut pesta demokrasi dengan riang gembira,” ajaknya.
Pemungutan suara Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 27 November mendatang. Tentunya perbedaan pilihan sesuatu yang harus diterima sebagai realitas berdemokrasi. Olehnya, lewat perbedaan pilihan, pikiran dan pandangan dalam memilih pemimpin, tentunya tidak mengganggu kerukunan dan keberagaman.
“Perbedaan pilihan itu lumrah, meskipun kita berbeda pilihan. Mari tetap menjaga kerukunan beragama dan berbangsa,” kata Eks Pj Gubernur Sumatera Utara tersebut.



















