Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ambulans Bawa Jenazah Mogok di Tengah Banjir Malaka NTT
Beberapa orang membantu memindahkan peti jenazah dari ambulans ke mobil patroli polisi di tengah situasi banjir di Malaka. (Dok Polres Malaka)
  • Sebuah ambulans yang membawa jenazah mogok akibat banjir di Malaka, NTT, sehingga polisi memindahkan jenazah ke mobil patroli untuk melanjutkan perjalanan ke rumah duka.
  • Banjir dengan ketinggian 30–80 cm merendam jalan, pasar, sekolah, dan permukiman di beberapa kecamatan seperti Weliman, Malaka Tengah, Malaka Barat, serta Wewiku.
  • Kapolres Malaka memastikan tidak ada korban jiwa dan menegaskan seluruh jajaran kepolisian siaga membantu warga menghadapi cuaca ekstrem serta potensi banjir lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
25 April 2026

Banjir melanda Kabupaten Malaka, NTT pada Sabtu malam. Sebuah ambulans yang membawa jenazah dari Desa Bolan menuju Solo mogok di tengah genangan banjir.

25 April 2026

Sekitar pukul 21.50 WITA, personel Unit Turjawali Polres Malaka memindahkan jenazah ke mobil patroli dan mengantarkannya ke rumah duka di tengah hujan deras.

26 April 2026

Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar menjelaskan proses evakuasi dan kondisi banjir di beberapa kecamatan dengan ketinggian air mencapai 80 cm. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dan meminta warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Malaka ada banjir besar dan hujan deras sekali. Satu mobil ambulans yang bawa jenazah rusak di jalan karena airnya tinggi. Polisi yang sedang patroli lihat itu lalu bantu pindahkan jenazah ke mobil polisi. Mereka antar sampai rumah duka dengan selamat. Sekarang banjir masih ada tapi tidak ada orang yang meninggal karena banjir itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah cuaca ekstrem dan banjir yang melanda Malaka, tindakan cepat dan kepedulian aparat kepolisian menunjukkan semangat kemanusiaan yang kuat. Meski ambulans rusak akibat genangan air, personel Polres Malaka sigap memindahkan jenazah ke mobil patroli agar dapat tiba dengan aman di rumah duka, mencerminkan dedikasi pelayanan publik yang tulus dan tangguh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Peristiwa menegangkan terjadi saat banjir di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu malam (25/4/2026). Sebuah mobil ambulans yang membawa jenazah terjebak di tengah banjir.

Mobil tersebut datang dari arah Desa Bolan menuju rumah duka di wilayah Solo. Di tengah perjalanan melewati banjir, ambulans berhenti melaju di antara genangan air karena mengalami kerusakan.

Personel Unit Turjawali Polres Malaka yang melihat kejadian itu saat patroli pun langsung memindahkan jenazah ke mobil patroli.

1. Evakuasi ke rumah duka di tengah hujan

Beberapa orang dan polisi membantu memindahkan peti jenazah dari ambulans ke mobil patroli polisi di tengah situasi banjir di Malaka. (Dok Polres Malaka)

Peristiwa pemindahan secara estafet ini terjadi sekitar pukul 21.50 WITA. Proses evakuasi berlangsung di tengah hujan deras yang menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah Kabupaten Malaka.

"Jenazah kemudian diantar hingga tiba dengan aman di rumah duka," jelas Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Jajaran Polres Malaka sebelumnya telah melakukan monitoring di berbagai titik rawan banjir menyusul curah hujan tinggi yang melanda daerah tersebut sejak Sabtu.

2. Banjir hingga 80 cm

Beberapa orang dan polisi membantu memindahkan peti jenazah dari ambulans ke mobil patroli polisi di tengah situasi banjir di Malaka. (Dok Polres Malaka)

Hasil pemantauan genangan air, rincinya, yang tertinggi di Desa Farukmodok dan Wederok, Kecamatan Weliman, setinggi 50 - 80 centimeter (cm).

Kemudian banjir setinggi 40 cm di Kecamatan Malaka Tengah. Genangan ini merendam badan jalan, pasar, dan permukiman warga di sejumlah desa seperti Wehali, Bereliku, Naimana, Fahiluka, dan Umakatahan.

Sementara di wilayah Malaka Barat, genangan banjir setinggi 30 cm yang merendam jalan, sekolah, serta rumah warga di sejumlah desa. Begitu pun di wilayah Wewiku yang terjadi di Dusun Laensukaer, Desa Seserai.

"Kami juga menangani pohon tumbang di Desa Rabasa Haerain bersama aparat desa," kata dia.

Ganjar mengatakan seluruh polsek jajaran juga telah dikerahkan untuk memantau dampak cuaca ekstrem dan memastikan masyarakat mendapat bantuan cepat bila diperlukan.

“Tujuannya agar situasi tetap terkendali dan masyarakat bisa segera mendapatkan bantuan jika dibutuhkan,” ujarnya.

3. Tak ada korban jiwa

Situasi banjir di Kabupaten Malaka NTT. (Dok Polres Malaka)

Ganjar juga memastikan seluruh genangan ini terjadi dipicu tingginya curah hujan lokal dan tidak adanya banjir kiriman dari Sungai Benenain. Namun begitu ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada.

“Terutama jika intensitas hujan terus meningkat. Segera laporkan kepada aparat terdekat apabila terjadi kondisi darurat,” lanjut dia.

Polres Malaka menyebut aksi pengantaran jenazah tersebut menjadi bentuk pelayanan humanis kepolisian kepada masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu.

Editorial Team