Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Bupati Lombok Timur Usul Distribusi LPG 3 Kg Berbasis Data Desil
Warga Lombok Timur saat antri membeli gas (IDN Times/Istimewa)
  • Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyoroti kelangkaan gas 3 kg akibat panic buying dan penggunaan tidak tepat sasaran, termasuk oleh pelaku usaha yang seharusnya tidak berhak.
  • Warisin meminta Pertamina melakukan super ekstra dropping serta memperkuat pengawasan satgas agar distribusi gas elpiji 3 kg kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
  • Sebagai solusi jangka panjang, Warisin mengusulkan distribusi gas bersubsidi berbasis data desil DTSEN agar penyaluran lebih tepat sasaran kepada masyarakat miskin di Lombok Timur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lombok Timur, IDN Times – Bupati Lombok Timur Haerul Warisin mengusulkan distribusi gas bersubsidi 3 kg berbasis data desil di Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannyaa agar distribusi gas bersubsidi itu tepat sasaran.

Hal itu disampaikan Warisin saat menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina, agen, dan perwakilan pangkalan gas elpiji Senin (13/4/2026). Rapat koordinasi tersebut menindaklanjuti dan membahas sulitnya masyarakat memperoleh gas LPG 3 kg yang belakangan menjadi keluhan warga.

1. Disebabkan pembeli panik dan penggunaan tidak tepat sasaran

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin (IDN Times/Ruhaili)

Warisin mengakui bahwa kelangkaan LPG 3 kg yang terjadi sejak akhir Ramadan hingga kini dipicu berbagai isu yang menyebabkan masyarakat panik dan membeli secara berlebihan (panic buying). Namun, Tim Satgas Elpiji yang telah dibentuk beberapa waktu lalu juga menemukan fakta bahwa gas bersubsidi ini digunakan tidak sesuai peruntukan, misalnya oleh pengusaha ayam.

“Masih banyak yang tidak boleh pakai ternyata pakai LPG 3 kg ini, padahal pada tabung telah tercetak jelas bahwa gas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat miskin," ujar Warisin.

2. Usulkan penambahan distribusi

Stok LPG di salah satu pangakalan di Selong Lotim kosong (IDN Times/Ruhaili)

Warisin menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi Lombok Timur yang mencapai tertinggi kedua se-NTB pada tahun 2025 juga turut meningkatkan kemampuan masyarakat, termasuk dalam konsumsi bahan bakar LPG. Untuk itu, ia meminta Pertamina melakukan super ekstra dropping guna menekan panic buying, yang akan diikuti pengawasan ketat satgas.

Warisin juga meminta para agen untuk terus melakukan pendistribusian guna menormalisasi kondisi serta tidak mengurangi jatah untuk pangkalan.

"Kita akan menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan Sales Branch Manager (SBM) Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, agar pendistribusian lancar," ucapnya.

3. Usulan data desil untuk solusi jangka panjang

Pertamina salurkan 278 ribu tabung LPG menjelang Idul Adha di Bali(Dok.IDN Times/Pertamina )

Untuk solusi jangka panjang, Warisin menegaskan tidak bisa hanya mengandalkan penambahan dropping stok, tetapi akan mengusulkan kepada kementerian terkait agar pendistribusian tabung gas 3 kg menggunakan data desil. Sehingga tepat sasaran kepada masyarakat miskin. Dengan menggunakan data desil yang mengelompokkan penduduk berdasarkan tingkat kesejahteraan pemerintah daerah berharap gas subsidi 3 kg tidak lagi dinikmati oleh pihak yang tidak berhak.

“Ini salah satu upaya untuk menyelesaikan distribusi yang tidak tepat,” pungkas Warisin.

Editorial Team