Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

NTB Targetkan Tiga Pembangkit Listrik EBT Skala Besar Beroperasi 2027

NTB Targetkan Tiga Pembangkit Listrik EBT Skala Besar Beroperasi 2027
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di Indonesia (dok. PLN)

Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan tiga pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) skala besar beroperasi pada 2027. Tahun ini, ditargetkan investor sudah mulai melakukan konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

"Targetnya tahun ini selesai tiga-tiganya. Insyaallah konstruksi tahun ini, tiga-tiganya. COD (Commercial Operation Date) tahun depan 2027. Kita doakan mudah-mudahan segera terbangun," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Samsudin dikonfirmasi di Mataram, Senin (13/4/2026).

1. Daftar tiga proyek pembangkit listrik EBT di NTB dengan kapasitas 130 MW

IMG_20251209_135314_161.jpg
Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Proyek pembangkit listrik EBT tersebut investornya adalah PT Berkah Energi Lombok, dengan nilai investasi sekitar Rp3,1 triliun. PT. Berkah Energi Lombok (BEL) bermitra dengan PT. Shine Green Energy Indonesia (SGEI) berencana membangun tiga pembangkit EBT dengan kapasitas total 130 Megawatt (MW).

Tiga pembangkit EBT yang akan dibangun berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Rencananya, pembangunan tiga pembangkit EBT untuk mempercepat transisi energi di NTB itu pada 2027.

Tiga rencana lokasi pembangunan pembangkit EBT di NTB, antara lain PLTS 20 MW di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, PLTS 50 MW di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima dan PLTB 2x30 MW di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

2. Dapat izin survei lokasi dari Kementerian Kehutanan

Ilustrasi pengembangan PLTS. (Dok istimewa)
Ilustrasi pengembangan PLTS. (Dok istimewa)

Untuk rencana pembangunan PLTB di Sekotong Lombok Barat, kata Samsudin, investor sudah mendapatkan izin survei lokasi dari Menteri Kehutanan. Sehingga, PT BEL sudah melakukan survei lokasi untuk menghitung potensi angin di wilayah Sekotong. Survei lokasi itu sangat menentukan bagi investor untuk tahapan berikutnya.

Sedangkan untuk proyek pembangunan PLTS di Lombok Utara sedang dalam proses pembebasan lahan. Begitu juga yang berlokasi di Dompu dan Bima. "Kalau sudah clear semua, nanti ada kontrak dengan PT. PLN dan investornya," jelasnya.

Samsudin menjelaskan untuk proyek PLTB memang agak ribet dibandingkan PLTS. Karena membutuhkan kawasan dengan ketinggian tertentu seperti di Sekotong Lombok Barat. Karena berada di kawasan hutan, maka butuh izin survei lokasi dari Kementerian Kehutanan untuk menghitung potensinya.

3. Potensi EBT di NTB mencapai 13.563 MW

Petugas PLN melakukan inspeksi solar panel PLTS IKN. (dok. PLN)
Petugas PLN melakukan inspeksi solar panel PLTS IKN. (dok. PLN)

Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, potensi energi terbarukan mencapai 13.563 Megawati (MW) di luar panas bumi. Potensi energi terbarukan sebesar 13.563 MW itu, terdiri dari bioenergi 298 MW, sampah kota 32 MW, angin 2.605 MW dan tenaga surya 10.628 MW.

Dari potensi energi terbarukan tersebut, kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi daerah baru sebesar 22,43 persen. Terdiri dari pemanfaatan bio solar (B35), PLTS On Grid sebesar 21,6 MW. Kemudian PLTS Off Grid PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sebesar 28 MW, PLTMH 18,59 MW, dan Cofiring PLTU dengan biomassa dan biogas skala rumah tangga.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

NTB Targetkan Tiga Pembangkit Listrik EBT Skala Besar Beroperasi 2027

13 Apr 2026, 19:19 WIBNews