Mataram, IDN Times - Gubernur NTB memerintahkan validasi data untuk memperkuat langkah penanganan puluhan ribu anak tidak sekolah (ATS). Berdasarkan data sementara, jumlah ATS di NTB sebanyak 70 ribu anak. Namun, angka tersebut masih harus diverifikasi untuk memastikan kondisi riil di lapangan dan menghindari kesalahan identifikasi maupun penghitungan.
Iqbal memerintahkan dilakukan pemutakhiran data secara menyeluruh, koordinasi lintas pemerintahan, dan intervensi pendidikan yang tepat sasaran hingga tingkat desa. Menurut Iqbal, penuntasan persoalan ATS harus dimulai dengan memastikan identitas, kondisi keluarga, serta penyebab setiap anak tidak mengakses pendidikan formal, sehingga kebijakan dan program penanganan benar-benar menjawab persoalan di lapangan.
Pada Jumat (6/11/2026), dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov NTB, pemerintah kabupaten/kota, dan Kanwil Kemenag NTB dalam mempercepat penanganan puluhan ribu anak tidak sekolah di NTB.
"Kita perlu mengetahui kondisi riil di lapangan. Saat ini kita belum memiliki profil ATS secara utuh. Siapa saja mereka dan mengapa masuk kategori anak tidak sekolah, ini harus kita ketahui,” kata Iqbal.