Ilustrasi tipe kepribadian ambivert. (Pinterest/freepeople.com)
Carl Gustav Jung mengatakan bahwa tipe ambivert adalah gabungan antara karakter intovert dan ektrovert. Orang dengan kepribadian ini seringkali disalahpahami sebagai orang yang mudah sekali berubah-ubah pendiriannya. Misalnya, seseorang dengan karakter ambivert akan terlihat nyaman dengan keramaian, namun juga ia dapat menemukan kesenangan dalam kesendiriannya.
Ciri lainnya, mereka terkadang tampil sebagai orang yang banyak bicara, dan di lain waktu menunjukkan sikap yang pendiam. Ini dikarenakan tipe kepribadian ambivert menyesuaikan dirinya dengan siapa mereka berinteraksi. Jika mereka berhadapan dengan introvert, maka ia akan lebih aktif dan komunikatif. Begitu juga sebaliknya, jika mereka berhadapan dengan seorang ektrovert, mereka cenderung memilih menjadi orang yang pasif.
Sama halnya dengan tipe kepribadian introvert maupun ektrovert, kepribadian ambivert juga memiliki beberapa ciri khas, diantaranya:
1. Bisa menjadi pendengar sekaligus komunikator yang baik
Seorang ambivert akan lebih mengerti kapan harus mendengarkan dan berbicara pada orang lain. Seseorang dengan karakter ini bisa dengan mudah mengawali obrolan dengan orang lain, tetapi selanjutnya akan lebih banyak diam dan mendengarkan.
2. Dapat mengatur perilaku sesuai dengan kondisi
Kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi menjadi salah satu bakat alami seorang ambivert. Jika para ektrovert dapat melakukan basa-basi dengan orang asing dan para introvert tidak, maka para ambivert bisa mencoba membuka obrolan atau sekedar diam tergantung dari situasi yang sedang mereka hadapi.
3. Merasa nyaman bersosialisasi dan tetap memerlukan waktu sendiri
Tipe ambivert dapat tetap merasa nyaman ketika berada pada keramaian atau sekedar menikmati malam yang tenang di rumah. Misalnya, seorang teman menelepon untuk mengajak berkumpul. Seorang ektrovert kemungkinan besar akan menerima tanpa ragu, sedangkan seorang introvert cenderung menolak. Sementara itu, para ambivert cenderung akan mempertimbangkan pro dan kontra dari aktivitas tersebut. Mereka bisa memilih pergi atau tidak.
4. Memiliki sifat empati secara alami
Pemilik kepribadian ambivert akan memiliki rasa empati yang muncul secara alami dalam dirinya. Mereka akan lebih mudah memahami berbagai situasi yang sedang terjadi pada orang lain. Misalnya, jika teman sedang mengalami masalah, seorang ektrovert akan langsung menawarkan bantuan, para introvert akan menjadi pendengar yang baik. Sementara itu, ambivert akan mendengarkan dan mengajukan beberapa hal yang mungkin perlu.
5. Dapat memberikan keseimbangan
Dalam kasus pengaturan kelompok, ambivert dapat memberikan keseimbangan yang sangat dibutuhkan untuk dinamika sosial. Seorang ambivert mungkin adalah orang yang membantu memecah kesunyian yang canggung, membuat orang lain yang lebih tertutup merasa nyaman untuk memulai percakapan.
6. Punya banyak teman, tapi sedikit yang dekat
Jika orang ektrovert cenderung memiliki banyak teman, sedangkan introvert cenderung hanya memiliki sedikit teman dekat, maka orang ambivert memiliki keduanya. Jaringan pertemanan yang sangat luas serta sekelompok kecil teman dekat yang sangat akrab dengan mereka.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki karakter dan kepribadian yang bervariasi. Tidak hanya kehidupan sosial, terbentuknya kepribadian manusia juga dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti faktor genetik, pola asuh orang tua, hingga pengaruh lingkungan. Selain itu, perlu diketahui bahwa setiap tipe kepribadian juga dapat memengaruhi cara seseorang dalam mengembangkan dirinya.
Nah itulah tadi 3 tipe kepribadian manusia menurut Carl Gustav Jung. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita bersama.