Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
17.406 Hektare Hutan dan Lahan di NTB Hangus Terbakar dalam 7 Bulan
Kebakaran hutan dan lahan di Dusun Dara Kunci, Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB, Rabu (2/9/2026). (dok. BPBD NTB)
  • BPBD NTB mencatat 17.406,47 hektare hutan dan lahan terbakar sepanjang Januari-Juli 2026, dengan kebakaran kawasan hutan mencapai 10.688,09 hektare dan APL 6.718,38 hektare.
  • Juli menjadi periode terparah dengan 11.625,91 hektare terdampak. Kabupaten Bima mencatat area karhutla terluas, 8.578,58 hektare, sementara Taman Nasional Tambora kehilangan 4.966,25 hektare.
  • Sebanyak 3.396 titik panas terdeteksi di NTB pada Januari-Juli 2026, mayoritas berada di APL. Hotspot melonjak menjadi 1.409 titik pada Juli; Bima dan Dompu masing-masing mencatat 987 titik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat seluas 17.406,47 hektare kawasan hutan dan lahan di provinsi Nusa Tenggara Barat hangus terbakar dalam tujuh bulan, periode Januari hingga Juli 2026. Berdasarkan data Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD NTB, lonjakan karhutla terjadi pada Juli 2026 dengan luas areal terdampak mencapai 11.625,91 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menjelaskan karhutla yang terjadi berada di kawasan hutan dan kawasan areal penggunaan lain (APL). Kebakaran di kawasan hutan pada periode Januari hingga Juli 2026 seluas 10.688,09 hektare. Sedangkan di kawasan APL seluas 6.718,38 hektare.

1. Lonjakan karhutla terluas pada Juli mencapai 11.625,91 hektare

Pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada Jumat malam (7/8/2026). (dok. Istimewa)

Dalam tujuh bulan, lonjakan karhutla terluas terjadi pada Juli 2026 mencapai 11.625,91 hektare. Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • ​Januari seluas 36,18 hektare

  • Februari seluas 170,48 hektare

  • Maret seluas 7,68 hektare

  • April seluas 1.101,65 hektare

  • Mei seluas 959,56 hektare

  • Juni seluas 3.505,01 hektare

  • Juli seluas 11.625,91 hektare

​Pada Januari hingga Juli 2026, dari 9 kabupaten/kota di NTB, karhutla terluas terjadi di Kabupaten Bima. Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • ​Bima seluas 8.578,58 hektare

  • Sumbawa seluas 4.200,07 hektare

  • Dompu seluas 3.597,80 hektare

  • ​Lombok Timur seluas 566,16 hektare

  • ​Sumbawa Barat seluas 268,10 hektare

  • ​Kota Bima seluas 136,06 hektare

  • ​Lombok Barat seluas 39,65 hektare

  • ​Lombok Utara seluas 18,47 hektare

  • ​Lombok Tengah seluas 1,57 hektare

2. Hutan yang terluas terbakar di kawasan Balai Taman Nasional Tambora

Proses pemadaman kawasan Savana Propok Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar. (dok. BTNGR)

Dia juga menyebutkan dari 10.688,09 hektare kawasan hutan yang hangus terbakar, terluas di kawasan Balai Taman Nasional Tambora, Pulau Sumbawa. Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • ​Balai Taman Nasional Tambora seluas 4.966,25 hektare

  • ​Balai KPH Wilayah I NTB seluas 2.201,13 hektare

  • Balai KPH Wilayah IV NTB seluas 939,21 hektare

  • Balai KPH Wilayah V NTB seluas 905,84 hektare

  • Balai KPH Wilayah VI NTB seluas 586,41 hektare

  • ​Balai KPH Wilayah VII NTB seluas 489,02 hektare

  • Balai KPH Wilayah II NTB seluas 443,09 hektare

  • Balai KPH Wilayah VIII NTB seluas 94,88 hektare

  • Balai Taman Nasional Gunung Rinjani seluas 45,60 hektare

  • BKPH Wilayah III NTB seluas 13,90 hektare

  • BKSDA NTB seluas 2,75 hektare

3. Tercatat 3.396 titik hotspot di wilayah NTB

Hutan di kawasan Savana Propok SPTN Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar pada Selasa (2/6/2026). (dok. BTNGR)

Pada periode Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 3.396 titik hotspot di seluruh wilayah NTB. Pada kawasan Area Penggunaan Lain (APL) tercatat 2.634 titik hotspot, Hutan Lindung sebanyak 129 titik, Hutan Produksi Terbatas sebanyak 161 titik, Hutan Produksi sebanyak 235 titik, Suaka Margasatwa sebanyak 131 titik dan Taman Buru sebanyak 94 titik hotspot. Sejumlah titik hotspot tersebar dengan jumlah lebih sedikit di Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Cagar Alam.

​​Jumlah hotspot melonjak drastis pada pertengahan tahun, dengan rincian per bulan yaitu Januari 5 titik, Februari 3 titik, Maret 27 titik, April 148 titik, Mei 290 titik, Juni 784 titik, Juli 1.409 titik, dan Agustus hingga tanggal 15 tercatat 732 titik. Titik hotspot terbanyak berada di Kabupaten Bima dan Dompu, masing-masing menyumbang 987 titik hotspot, disusul oleh Kota Bima 45 titik, Lombok Timur 104 titik, serta kabupaten lainnya di NTB.

Curated For You

Editorial Team

Related Article