Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Nyctophile, Merasakan Kedamaian saat Malam Hari

Belajar pada malam hari.
Ilustrasi Mengenal Nyctophile, Merasakan Kedamaian saat Malam Hari. (pexels.com/Karola G)

Tidak semua orang merasa nyaman dengan gelap, namun bagi sebagian lainnya, malam justru menjadi waktu yang paling menenangkan. Ada orang-orang yang merasakan kedamaian mendalam ketika langit berubah gelap, bintang-bintang bermunculan, dan suasana menjadi lebih hening. Mereka menikmati keindahan yang hanya muncul ketika dunia mulai tenang, ketika lampu-lampu kota menyala lembut atau ketika angin malam menyentuh kulit dengan sensasi yang sulit dijelaskan.

Orang-orang inilah yang disebut nyctophile, mereka yang merasa bahagia berada dalam suasana malam. Fenomena ini bukan sekadar preferensi waktu, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan emosional. Malam memberi ruang bagi nyctophile untuk berpikir lebih jernih, merasakan diri lebih bebas, dan menghubungkan diri dengan ketenangan yang tak mereka temukan di siang hari.

Berikut ulasan tentang apa itu nyctophile, apa yang membuat mereka merasa nyaman saat malam, serta bagaimana kecintaan pada malam memengaruhi cara mereka memandang hidup.

1. Apa itu nyctophile?

Ilustrasi cara menghadapi perbedaan pasangan tanpa saling melukai. (pexels.com/Anna Shvets)
Ilustrasi cara menghadapi perbedaan pasangan tanpa saling melukai. (pexels.com/Anna Shvets)

Nyctophile berasal dari kata nycto yang berarti malam, dan phile yang berarti pencinta. Seorang nyctophile bukan hanya menikmati malam, mereka merasakan keterikatan emosional dengan suasana, warna, dan nuansa yang hadir di dalamnya. Bagi mereka, malam bukan hanya sekedar gelap; malam adalah ruang untuk kembali kepada diri sendiri, tempat di mana mereka merasa lebih hidup dan lebih jujur pada perasaannya.

Kecenderungan menjadi nyctophile sering kali muncul dari sensitivitas seseorang terhadap ketenangan. Ketika siang hari dipenuhi kesibukan, kebisingan, dan interaksi sosial yang melelahkan, malam hadir sebagai momen untuk beristirahat dari hiruk pikuk itu. Di tengah sunyi, nyctophile merasa pikirannya lebih teratur, hatinya lebih stabil, dan jiwanya lebih damai. Malam menjadi “ruang aman” tempat mereka bisa bernapas lebih luas.

Selain itu, nyctophile biasanya memiliki kepekaan estetis yang tinggi. Mereka menikmati keindahan langit malam, gemerlap lampu, atau sekadar bayangan pepohonan yang diterpa cahaya bulan. Detail kecil yang bagi sebagian orang tidak berarti justru menjadi sumber kebahagiaan yang menenangkan bagi mereka. Malam adalah seni yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mau melihat lebih dalam.

2. Mengapa malam membawa rasa bahagia?

Belajar pada malam hari.
Ilustrasi Mengenal Nyctophile, Merasakan Kedamaian saat Malam Hari. (pexels.com/Karola G)

Rasa bahagia yang muncul pada nyctophile sering berasal dari suasana yang lebih tenang dan minim gangguan. Malam menghadirkan suasana hening yang memungkinkan tubuh dan pikiran masuk ke mode relaksasi. Bagi nyctophile, keheningan ini bukanlah kesepian, tetapi kenyamanan yang memberi ruang untuk refleksi diri. Di tengah damai malam, mereka dapat mengatur ulang emosi dan energi tanpa interupsi.

Ada pula unsur kebebasan yang dirasakan saat malam tiba. Ketika siang hari identik dengan tanggung jawab dan tuntutan, malam justru memberikan kesempatan untuk merenung, bermimpi, atau melakukan hal-hal yang menenangkan tanpa tekanan. Nyctophile merasakan bahwa malam adalah waktu ketika dunia tidak menuntut apa pun dari mereka, dan itulah yang menciptakan kebahagiaan. Mereka merasa bisa menjadi diri sendiri tanpa perlu berpura-pura.

Secara psikologis, suasana malam memengaruhi cara otak memproses emosi. Cahaya yang redup membuat tubuh memproduksi hormon-hormon yang menenangkan, seperti melatonin, yang membantu rasa rileks. Hal ini membuat nyctophile merasakan kehangatan emosional, bahkan ketika lingkungan sekelilingnya gelap. Bagi mereka, malam bukan tentang kegelapan, tetapi tentang ketenangan yang menyala dari dalam diri.

3. Kebiasaan unik para nyctophile

Seorang wanita sedang mau tidur.
Ilustrasi Tips Mengendalikan Overthinking yang Terjadi saat Malam Hari. (pexels.com/Aldair Nuñez)

Banyak nyctophile memiliki kebiasaan yang muncul secara natural ketika malam tiba. Mereka sering merasa lebih produktif, kreatif, atau reflektif di waktu-waktu ketika sebagian besar orang tidur. Ada yang suka menulis di malam hari, mendengarkan musik lembut, berjalan-jalan di bawah lampu jalan, atau sekadar duduk di balkon menikmati udara malam. Aktivitas sederhana ini memberi mereka rasa damai yang tidak tergantikan.

Nyctophile juga cenderung menikmati momen kecil yang terjadi di malam hari, misalnya suara jangkrik, angin malam yang lebih dingin, atau pemandangan langit yang tak terlihat saat siang. Mereka suka memperhatikan detail-detail kecil yang membuat malam terasa seperti dunia lain. Bagi mereka, malam adalah panggung sunyi yang penuh keajaiban yang hanya muncul saat dunia tertidur.

Selain itu, banyak nyctophile merasa lebih mudah mengakses perasaan terdalam ketika malam tiba. Pikiran yang biasanya sibuk di siang hari menjadi lebih jernih dan terarah. Mereka bisa memikirkan masalah dengan lebih tenang, merenungkan keputusan, atau mengolah emosi yang tertahan. Malam memberi mereka ruang untuk memahami diri sendiri secara lebih dalam, dan hal itu membuat mereka merasa dekat dengan diri.

4. Bagaimana malam membentuk cara pandang nyctophile terhadap hidup?

Misteri Cahaya Marfa: lampu aneh di gurun Texas, tak pernah padam. (Flickr/Jon Hanson)
Misteri Cahaya Marfa: lampu aneh di gurun Texas, tak pernah padam. (Flickr/Jon Hanson)

Malam yang penuh ketenangan membuat nyctophile memiliki pola pikir yang lebih reflektif. Mereka terbiasa memikirkan sesuatu secara mendalam, tidak terburu-buru mengambil keputusan, dan mengamati hal-hal kecil yang sering dilewatkan orang lain. Ketenangan malam membentuk karakter mereka menjadi pribadi yang introspektif dan penuh pertimbangan. Mereka belajar melihat kehidupan bukan hanya dari permukaan, tetapi dari inti perasaannya.

Keterikatan mereka pada malam juga membuat mereka menghargai ruang pribadi. Nyctophile tahu betapa pentingnya jeda, keheningan, dan waktu untuk diri sendiri. Mereka tidak selalu mencari keramaian atau interaksi sosial; mereka merasa cukup dengan kebersamaan diri. Cara pandang ini membuat mereka lebih stabil secara emosional karena mereka tahu bagaimana mengatur energi serta menjaga batas-batas personal.

Pada akhirnya, kecintaan pada malam juga membuat nyctophile lebih peka terhadap estetika dan makna. Mereka melihat keindahan dalam hal-hal yang tenang dan sederhana. Mereka bisa menemukan kedamaian di tempat yang bagi orang lain mungkin terasa sepi. Dan justru dari sanalah mereka belajar memahami bahwa kebahagiaan tidak selalu gemerlap, kadang ia hadir dalam bentuk senyap yang hangat.

Para nyctophile tidak mencari cahaya terang untuk merasa bahagia, mereka menemukan keindahan di balik kesunyian malam. Bagi mereka, gelap bukan ancaman, tetapi pelukan lembut yang mengizinkan hati beristirahat. Jika kamu merasa damai ketika dunia menjadi tenang, mungkin kamu juga seorang nyctophile yang menemukan kebahagiaan dalam cahaya lembut bulan dan dinginnya angin malam.

Itulah ulasan tentang apa itu nyctophile, apa yang membuat mereka merasa nyaman saat malam, serta bagaimana kecintaan pada malam memengaruhi cara mereka memandang hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest Life NTB

See More

Mengenal Dendrophile, Menemukan Kebahagiaan saat Berada di Hutan

29 Nov 2025, 09:00 WIBLife