Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Tips Merawat Kesehatan Mental Melalui Kebiasaan Sehari-hari

Wanita sedang di kebun ilalang.
Ilustrasi Tips Merawat Kesehatan Mental Melalui Kebiasaan Kecil Sehari-hari. (pexels.com/Breno Cardoso)

Merawat kesehatan mental bukanlah sesuatu yang hanya dilakukan ketika masalah sudah datang atau ketika hati sudah terlalu penuh. Ia adalah proses sehari-hari yang rutin, sederhana, dan terkadang hampir tidak terlihat. Banyak orang berpikir bahwa kesehatan mental hanya bisa dijaga melalui cara-cara besar seperti terapi, liburan panjang, atau perubahan hidup drastis.

Padahal, kekuatan sebenarnya justru datang dari kebiasaan kecil yang konsisten, yang dilakukan ketika hidup masih berjalan seperti biasa. Kebiasaan kecil ini berfungsi seperti “pijakan tenang” dalam hari-hari kita. Ia membantu tubuh merasa aman, pikiran tetap jernih, dan emosi tetap stabil. Dengan merawat diri melalui hal-hal sederhana, kita memberi pesan kepada diri sendiri bahwa kita layak diperhatikan, bahkan dalam momen paling kecil sekalipun.

Berikut 7 cara sederhana namun bermakna untuk menjaga kesehatan mental setiap hari.

1. Sediakan waktu untuk bernapas dengan sadar

Seorang wanita sedang menggunakan mahkota dari bunga.
Ilustrasi Quotes Self-Esteem untuk Menghargai Diri dengan Penuh Kasih. (pexels.com/IRINA LYADOVA)

Tarik napas perlahan, dan perhatikan bagaimana udara masuk dan keluar. Kebiasaan kecil seperti ini dapat membawa tubuh kembali ke keadaan tenang. Banyak orang tidak sadar bahwa sepanjang hari mereka bernapas terlalu pendek karena stres, sehingga tubuh terus berada dalam mode siaga.

Dengan bernapas secara sadar, sistem saraf mulai menurunkan ketegangannya. Pikiran yang semula berlari kencang pun melambat. Ini adalah salah satu bentuk self-regulation paling sederhana, mengingatkan diri bahwa tidak semua hal harus diselesaikan dalam satu waktu.

2. Batasi konsumsi informasi yang tidak perlu

Wanita sedang di kebun ilalang.
Ilustrasi Tips Merawat Kesehatan Mental Melalui Kebiasaan Kecil Sehari-hari. (pexels.com/Breno Cardoso)

Paparan informasi yang berlebihan membuat otak rentan terhadap kecemasan. Berita negatif, komentar sosial media, atau percakapan yang tidak perlu bisa memenuhi pikiran tanpa kita sadari. Menetapkan batas dalam menerima informasi adalah bentuk perlindungan diri.

Ketika pikiran tidak dijejali hal yang tidak penting, kita lebih mudah menjaga fokus dan ketenangan. Kesehatan mental tumbuh subur ketika kita memberi ruang bagi hal-hal yang membuat hati tenang, bukan hal-hal yang menambah kekhawatiran.

3. Bangun rutinitas pagi yang menenangkan

Seorang wanita sedang memegang kucing.
Ilustrasi Ailurophile, Menemukan Kebahagiaan ketika Melihat Kucing. (pexels.com/Sasha Kim)

Pagi adalah fondasi yang menentukan bagaimana kita menjalani hari. Kebiasaan sederhana seperti minum air hangat, merapikan tempat tidur, atau duduk sejenak sebelum mulai beraktivitas dapat membantu tubuh merasa lebih siap dan terarah.

Rutinitas pagi memberi tubuh rasa stabil dan pikiran rasa kendali. Ketika pagi dimulai dengan tenang, emosi cenderung lebih stabil sepanjang hari. Ini bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang menciptakan “titik awal” yang baik untuk diri sendiri.

4. Luangkan waktu untuk bergerak

Seorang wanita sedang di pantai.
Ilustrasi Thalassophile, Merasakan Kebahagiaan saat Melihat Laut. (pexels.com/Leeloo The First)

Bergerak tidak harus selalu berolahraga berat. Sekedar berjalan selama lima menit, melakukan stretching ringan, atau merenggangkan tubuh saat bekerja dapat membantu melancarkan aliran energi dalam tubuh.

Gerakan kecil memberi sinyal pada otak bahwa tubuh aman dan aktif, sehingga mood lebih terjaga. Kebiasaan kecil ini juga membantu meredakan stres yang mengendap. Ketika tubuh bergerak, pikiran pun ikut mengalir dan tidak mudah tersumbat oleh kekhawatiran.

5. Tulis apa pun yang mengganggumu

Seorang wanita sedang bahagia membawa buku.
Ilustrasi Logophile, Merasa Bahagia saat Menemukan Kata-kata Indah. (pexels.com/George Milton)

Menuliskan apa yang memenuhi pikiran adalah cara sederhana namun ampuh untuk memperjelas apa yang sebenarnya kamu rasakan. Kamu tidak perlu menulis panjang, bahkan satu atau dua kalimat pun cukup.

Dalam psikologi, journaling membantu otak memproses emosi yang abstrak menjadi sesuatu yang lebih jelas. Dengan menulis, kamu memberi ruang bagi emosi untuk keluar dengan aman, bukan menumpuk di dalam kepala dan menambah stres.

6. Latih kebiasaan menghargai hal-hal kecil

Seorang wanita sedang melihat ke kiri.
Ilustrasi Manfaat Menerapkan Self-Validation bagi Emosi Kamu. (pexels.com/Nino Sanger)

Mengucapkan syukur bukan berarti memaksa diri merasa bahagia. Ini tentang menyadari hal-hal kecil yang sebelumnya tidak terlihat, seperti udara pagi yang segar, teh hangat, senyum orang lain, atau waktu istirahat yang cukup.

Kebiasaan ini membantu otak lebih peka terhadap hal-hal positif, sehingga kualitas emosional meningkat. Syukur bukan obat mujarab, tetapi ia adalah pengingat bahwa hidup tidak sepenuhnya berat. Ada hal-hal kecil yang dapat menjadi tempat bernafas di sela hari yang melelahkan.

7. Belajar mengatakan “cukup”

Seorang wanita sedang di kebun bunga.
Ilustrasi Tips Menenangkan Pikiran saat Hati Terlalu Berisik. (pexels.com/lee starry)

Mengatakan “cukup” adalah latihan kesehatan mental yang sering terlupakan. Cukup bekerja, cukup membantu orang, cukup menuruti tekanan. Ketika kamu tahu kapan berhenti, kamu melindungi energi batinmu dari kelelahan yang tidak perlu.

Mengatakan “cukup” bukan tanda kelemahan. Itu tanda bahwa kamu menghormati diri sendiri. Kebiasaan kecil ini membantu membangun batas sehat antara apa yang bisa kamu tanggung dan apa yang harus kamu lepaskan.

Kesehatan mental tidak dibangun dari satu tindakan besar, tetapi dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari. Ketika kamu merawat diri melalui kebiasaan sederhana, kamu sedang menanam benih ketenangan dalam diri. Benih itu akan tumbuh menjadi ketangguhan emosional yang membuatmu lebih siap menghadapi hari-hari sulit. Ingatlah bahwa tidak perlu menjadi sempurna, cukup menjadi lembut terhadap diri sendiri, sekali sehari, setiap hari.

Demikian 7 cara sederhana namun bermakna untuk menjaga kesehatan mental setiap hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest Life NTB

See More

5 Cara Menghentikan Pola Membandingkan Diri dengan Orang Lain

30 Nov 2025, 09:00 WIBLife