Korban sempat dibawa ke Puskesmas Sembalun dan dinyatakan meninggal dunia. (dok. SAR Mataram)
Dengan diserahkannya korban kepada pihak keluarga, operasi penyelamatan ini dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Darwis mengatakan operasi SAR melibatkan berbagai unsur, yaitu tim Rescue Pos SAR Kayangan, Unit SAR Lombok Timur, Polsek Sembalun, Babinsa Sembalun, Damkarmat Lombok Timur, Pengelola Bukit Savana Dandaun, EMHC, Puskesmas Sembalun, masyarakat setempat, dan unsur terkait lainnya.
Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengimbau para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hipotermia. Hal ini seiring dengan terjadinya penurunan suhu ekstrem di kawasan Gunung Rinjani dalam beberapa waktu terakhir.
Cuaca dingin di area pegunungan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan secara drastis, terutama saat pendaki sedang beristirahat atau berada di area terbuka yang terpapar angin kencang. Untuk mencegah risiko hipotermia akibat cuaca dingin ini, para pendaki harus mempersiapkan fisik dan logistik secara matang.
Bagi yang akan melakukan pendakian, agar memastikan untuk mempersiapkan diri dengan baik. Para pendaki diminta membawa jaket dan pakaian hangat yang memadai. Kemudian menggunakan sleeping bag yang sesuai untuk suhu pegunungan.
Selanjutnya, menjaga kondisi fisik dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, para pendaki agar memastikan seluruh perlengkapan pendakian dalam kondisi baik dan lengkap. Serta selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum memulai pendakian di kawasan Gunung Rinjani.