Seorang lansia ikut demo bersama mahasiswa di depan Kantor DPRD NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 8 tuntutan disampaikan kepada Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda.
Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB Muhammad Anhar menyampaikan 4 tuntutan, menolak kenaikan harga BBM subsidi, membatalkan pemindahan ibu kota, memberantas mafia migas, dan menolak alokasi bantuan langsung tunai (BLT) kompensasi kenaikan BBM.
Demikian pun Koordinator Lapangan PMII Bali Nusra Hendra berpendapat, kenaikan harga BBM subsidi membebani ekonomi negara pasca pandemik COVID-19. Di mana hal tersebut berdampak negatif pada konsumsi nasional, aktivitas dunia usaha, stabilitas ekonomi, dan ekspansi moneter.
Tiga program pemulihan ekonomi sedang diterapkan pemerintah.
"Mempercepat inflasi yang tinggi dan meningkatkan jumlah orang miskin di Indonesia. Secara umum karena akan merambat ke seluruh sektor termasuk harga-harga komoditas dasar masyarakat," katanya.
Ia pun menyampaikan 4 tuntutan, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, serius memberantas mafia BBM, menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran, dan membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan penyaluran BBM subsidi.