Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Timur Tengah Bergejolak, NTB Andalkan Kunjungan Wisnus
Suasana di Gili Trawangan Lombok Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Perang di kawasan Timur Tengah antara Israel-AS dan Iran menghantam sektor pariwisata. Di kawasan wisata Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Asosiasi Hotel Gili atau Gili Hotel Association (GHA), mencatat wisatawan mancanegara yang membatalkan kunjungan sekitar 25 persen akibat perang di Timur Tengah.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan wisatawan mancanegara khususnya dari Eropa yang membatalkan kunjungan memang tak terelakkan. Karena biasanya wisatawan asal Eropa yang berkunjung ke Indonesia transit di negara-negara Timur Tengah.

Namun Iqbal tak mengkhawatirkan dampak konflik di Timur Tengah akan berdampak besar pada sektor pariwisata NTB. Menurutnya, pariwisata NTB didorong oleh kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus).

"Kalau kita lihat yang mendorong perekonomian di sektor pariwisata itu lebih banyak wisatawan domestik (nusantara) sebetulnya," kata Iqbal dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (7/3/2026).

1. Wisatawan mancanegara tidak hanya dari Eropa dan Timur Tengah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menjelaskan konflik di Timur Tengah memang akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan Eropa dan Timur Tengah ke NTB. Karena mereka yang biasanya menggunakan maskapai Qatar Airways, Emirates, Etihad transit di negara-negara Timur Tengah.

"Jadi otomatis dia terbatalkan karena ada pelarangan terbang, no-fly zone untuk beberapa saat," kata dia.

Tetapi Iqbal mengatakan bahwa kunjungan wisatawan ke NTB bukan hanya dari Eropa dan Timur Tengah. Banyak wisatawan yang berkunjung ke NTB dari Australia, Korea, Jepang, Selandia Baru dan negara-negara ASEAN.

2. Sektor pariwisata NTB lebih tinggi didorong wisnus

Salah satu kawasan ekonomi khusus, Bukit Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok Tengah. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Iqbal mengungkapkan bahwa sektor pariwisata NTB lebih banyak didorong oleh kunjungan wisatawan nusantara (Wisnus). Sehingga, dia tidak terlalu khawatir perang di Timur Tengah akan berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata NTB.

"Jadi dampak pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata itu wisatawan domestik lebih tinggi. Jadi enggak perlu khawatir juga tentang perkembangan ini (konflik Timur Tengah)," tandasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat kunjungan wisnus pada Januari 2026 di NTB sebanyak 1.051.980 orang. Wisnus adalah penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan keluar dari kabupaten/kota asal dengan durasi minimal enam jam.

Perjalanan wisnus di Provinsi NTB mencakup perjalanan antar kabupaten/kota di wilayah NTB maupun perjalanan dari provinsi lain menuju NTB. Pada Januari 2026, kunjungan wisnus terbanyak di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Adapun rincian jumlah kunjungan wisnus di NTB pada 10 kabupaten/kota selama bulan Januari 2026, sebagai berikut:

• Kota Mataram 247.007 orang

• Kabupaten Lombok Barat 204.648 orang

• Kabupaten Lombok Tengah 170.664 orang

• Kabupaten Lombok Timur: 129.171 orang

• Kabupaten Lombok Utara: 58.624 orang

• Kabupaten Sumbawa: 55.846 orang

• Kabupaten Bima: 55.651 orang

• Kota Bima: 47.990 orang

• Kabupaten Dompu: 42.004 orang

• Kabupaten Sumbawa Barat: 40.375 orang

3. Jumlah tamu menginap pada hotel bintang dan nonbintang di NTB selama Januari 2026

Wisatawan naik boat menuju Gili Trawangan dari Pelabuhan Bangsa Lombok Utara (IDN Times/Muhammad Nasir)

BPS NTB juga mencatat jumlah tamu yang menginap pada Hotel Bintang di NTB selama Januari 2026 tercatat sebanyak 101.179 orang, terdiri dari 70.563 tamu dalam negeri (69,74 persen) dan 30.616 tamu luar negeri (30,26 persen). Dari seluruh kelas Hotel Bintang, Hotel Bintang 4 menjadi pilihan sebagian besar tamu dengan jumlah 41.222 orang atau sekitar 40,74 persen, yang terdiri atas 28.238 tamu dalam negeri dan 12.984 tamu luar negeri.

Sedangkan jumlah tamu yang menginap di Hotel Nonbintang dan akomodasi lainnya pada bulan Januari 2026 tercatat sebanyak 123.411 orang, terdiri dari 90.010 tamu dalam negeri (72,94 persen) dan 33.401 tamu luar negeri (27,06 persen).

Dari seluruh kelompok jumlah kamar, Hotel Nonbintang dan akomodasi lainnya dengan kelompok kamar 10–24 menjadi pilihan sebagian besar tamu, yaitu sebanyak 62.269 orang atau sekitar 50,46 persen. Jumlah tersebut terdiri atas 49.645 tamu dalam negeri dan 12.624 tamu luar negeri.

Editorial Team