- Lombok Tengah dengan luas panen 78.639 Ha, produksi 421.941 ton GKG, produktivitas 53,66 Kuintal/Ha
- Sumbawa luas panen 74.736 Ha, produksi 398.864 ton GKG, produktivitas 53,37 Kuintal/Ha
- Lombok Timur luas panen 45.387 Ha, produksi 243.474 ton GKG, produktivitas 53,64 Kuintal/Ha
- Kabupaten Bima luas panen 42.845 Ha, produksi 208.018 ton GKG, produktivitas 48,55 Kuintal/Ha
- Dompu luas panen 30.448 Ha, produksi 151.335 ton GKG, produktivitas 49,70 Kuintal/Ha
- Lombok Barat luas panen 25.488 Ha, produksi 135.678 ton GKG, produktivitas 53,23 Kuintal/Ha
- Sumbawa Barat luas panen 14.548 Ha, produksi 74.496 ton GKG, produktivitas 51,21 Kuintal/Ha
- Lombok Utara luas panen 5.536 Ha, produksi 33.320 ton GKG, produktivitas 60,19 Kuintal/Ha
- Kota Mataram luas panen 2.736 Ha, produksi 17.727 ton GKG, produktivitas 64,78 Kuintal/Ha
- Kota Bima luas panen 2.564 Ha, produksi 13.431 ton GKG, produktivitas 52,39 Kuintal/Ha
Stok Pangan di NTB Jelang Ramadan, Beras Mencukupi hingga 10 Bulan

Mataram, IDN Times - Pemprov NTB bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengecek ketersediaan pangan jelang Ramadan 1447 Hijriah. Pengecekan tersebut untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan jelang Ramadan 1447 Hijriah hingga Idulfitri dan Iduladha 2026.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah NTB Lalu Moh. Faozal memastikan stok beras mencukupi hingga sepuluh bulan mendatang. Pengecekan stok pangan diawali di Gudang Bulog NTB yang berada di Dasan Cermen Kota Mataram.
Dari hasil pengecekan, cadangan beras di NTB berada dalam kondisi sangat aman dan masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan. “Masyarakat tidak perlu khawatir," kata Faozal di Mataram, Rabu (21/1/2026).
1. Stok beras di NTB mencapai 154 ribu ton

Faozal menyebutkan saat ini stok beras medium di Gudang Bulog NTB sekitar 154 ribu ton. Dengan stok beras sebanyak itu, mencukupi untuk kebutuhan 10 bulan ke depan.
"Saat ini Bulog memiliki stok sekitar 154 ribu ton beras medium. Jumlah ini mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sepuluh bulan ke depan, bahkan bisa sampai satu tahun,” sebutnya.
Selain beras, TPID NTB juga memantau ketersediaan protein hewani berupa telur dan daging ayam di PT Baling Baling Bambu yang berlokasi di Bertais Kota Mataram. Dari hasil koordinasi, stok telur dan daging ayam menjelang Ramadan dipastikan dalam kondisi terkendali.
2. Penyerapan gabah petani dan ketersediaan pakan ternak

Faozal menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, Bulog, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pasokan sekaligus melindungi petani dan peternak lokal. Upaya tersebut mencakup penyerapan gabah petani secara optimal serta dukungan terhadap ketersediaan pakan ternak.
“Kita memiliki potensi besar untuk swasembada pakan ternak ayam karena bahan baku, terutama jagung sangat melimpah," kata dia.
Pemerintah akan membantu kelancaran distribusi pasar, khususnya telur yang masa simpannya relatif singkat, agar harga tetap stabil dan peternak terlindungi.
Dengan langkah antisipatif tersebut, kata Faozal, Pemprov NTB optimistis stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama bulan Ramadan hingga hari besar keagamaan dapat terjaga.
3. Produksi padi NTB mencapai 1,69 juta ton GKG pada 2025

Pemprov NTB menyebutkan berdasarkan data Kerangka Sampel Area, capaian produksi padi NTB pada tahun 2025 mencapai 1.698.283 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau meningkat 16,85 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 1.453.408 ton GKG.
Peningkatan ini ditopang oleh naiknya luas panen dari 281.718 hektare pada tahun 2024 menjadi 322.927 hektare pada tahun 2025. Selain itu produktivitas padi yang meningkat dari 51,59 kuintal/hektare menjadi 52,59 kuintal/hektare.
Secara rinci, capaian produksi padi tahun 2025 di NTB berdasarkan KSA BPS yaitu:

















