Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Semua Kepala Puskesmas di Mataram Diperiksa Terkait Dana Kapitasi

Semua Kepala Puskesmas di Mataram Diperiksa Terkait Dana Kapitasi
Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa IDN Times/Ahmad Viqi Wahyu Rizki
Share Article

Mataram, IDN Times - Aparat kepolisian mengagendakan pemeriksaan 10 kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terkait dugaan pemotongan dana kapitasi. Sebelumnya, polisi mengusut pemotongan dana kapitasi di Puskesmas Babakan.

"Kami sudah agendakan untuk pemeriksaan 10 kepala puskesmas di Kota Mataram," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Mataram Komisaris Polisi Kadek Adi Budi Astawa seperti dilansir dari ANTARA pada Selasa (18/10/2022).

1. Pemotongan dana kapitasi keputusan bersama

Ilustrasi uang rupiah (IDN Times/Anggun Puspitoningrum).
Ilustrasi uang rupiah (IDN Times/Anggun Puspitoningrum).

Dia menjelaskan pemeriksaan 10 kepala pemeriksaan tersebut berkaitan dengan adanya dugaan pemotongan dana kapitasi di 10 puskesmas di Kota Mataram yang berasal dari kesepakatan bersama.

Adanya kesepakatan dalam pemotongan dana kapitasi tersebut, lanjut Kadek Adi, terungkap dari pengakuan mantan Kepala Puskesmas Babakan berinisial RH, yang kini menjadi salah seorang tersangka di kasus pemotongan dana kapitasi Puskesmas Babakan Periode 2017-2019.

2. Klarifikasi

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa IDN Times/Ahmad Viqi Wahyu Rizki
Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa IDN Times/Ahmad Viqi Wahyu Rizki

Dengan adanya pengakuan tersangka RH ini menjadi alasan untuk mengusut pemotongan dana kapitasi di 10 puskesmas di Kota Mataram. Meski demikian, pemeriksaan itu masih bersifat klarifikasi saja.

"Jadi, pemeriksaan ini sifatnya masih klarifikasi terkait pengakuan tersangka RH di Puskesmas Babakan. Bagian dari tahap pengumpulan data dan bahan keterangan," ujarnya.

3. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka

Ilustrasi KPK (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi KPK (IDN Times/Mardya Shakti)

Alat bukti yang mengungkap peran RH bersama mantan Bendahara Puskesmas Babakan berinisial WY sebagai tersangka turut menjadi kelengkapan polisi dalam mengusut kasus dugaan pemotongan di 10 puskesmas.

"Bukti dokumen yang kami sita dari kasus RH dan WY kami periksa lagi, itu bagian dari pengembangan di 10 puskesmas," ucap dia.

Terkait dengan kasus korupsi yang menetapkan RH sebagai tersangka bersama WY, Kadek Adi mengatakan penyidik kini sedang menunggu petunjuk hasil penelitian berkas dari jaksa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

[QUIZ] Merasa Tak Berarti? Temukan Kembali Nilai Dirimu Lewat Kuis Ini!

31 Mei 2026, 20:19 WIBNews