Sekolah Rakyat di Lotim Lakukan Pengadaan Mandiri Sepatu Siswa Rp200 Ribu

- Kemensos dikabarkan mengadakan sepatu siswa seharga Rp700 ribu, namun SRMA 38 Lombok Timur mengaku belum menerima bantuan tersebut dan masih menunggu distribusi dari pusat.
- Sekolah akhirnya melakukan pengadaan sepatu secara mandiri dengan merek Eagle seharga Rp200 ribu per pasang untuk 125 siswa agar kegiatan belajar tetap berjalan lancar.
- Tidak hanya sepatu, pengiriman seragam dari pusat juga terlambat; dari delapan jenis seragam yang dijanjikan, baru satu jenis yang diterima oleh pihak sekolah.
Lombok Timur, IDN Times – Isu mengenai pengadaan sepatu siswa oleh Kementerian Sosial (Kemensos) seharga Rp700 ribu per pasang kini tengah menjadi sorotan publik. Kabar tersebut memicu perbincangan hangat lantaran angka tersebut dinilai tidak wajar untuk pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa. Namun, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur mengaku justru belum menerima bantuan yang dimaksud.
Hingga saat ini, pihak sekolah masih menunggu kepastian terkait distribusi perlengkapan tersebut dari pemerintah pusat. Pihak manajemen sekolah menjelaskan bahwa barang yang sedang ramai diperbincangkan di media tersebut memang belum sampai ke tangan mereka. Karena kebutuhan yang dinilai cukup mendesak, pihak sekolah kemudian melakukan pengadaan mandiri sepatu para siswa dengan harga Rp200 ribu sepasang.
1. Pengadaan secara mandiri

Kepala SRMA 38 Lombok Timur, Ahmad Afandi, menyatakan bahwa pada awal tahun ajaran baru sekolah semula dijadwalkan menerima kiriman sepatu dari pusat. Namun, demi kelancaran proses belajar mengajar yang sudah dimulai, sekolah akhirnya diizinkan untuk melakukan pengadaan sendiri.
Langkah ini diambil agar kebutuhan mendasar siswa tetap terpenuhi meskipun bantuan dari Jakarta belum tiba. Pihak sekolah juga menegaskan belum menerima informasi resmi lebih lanjut mengenai pengadaan sepatu mahal yang sedang viral di media massa tersebut.
"Hingga saat ini kami belum menerima sepatu tersebut dari Kementerian Sosial," ujar Ahmad Afandi kepada IDN Times, Kamis (13/5/2026).
2. Selisih harga

Saat ini tercatat ada sebanyak 125 siswa yang menempuh pendidikan di SRMA 38 Lombok Timur. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, sekolah baru melakukan pengadaan satu pasang sepatu per siswa dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Sepatu yang disediakan secara mandiri tersebut bermerek Eagle dengan harga Rp200 ribu per pasang. Angka ini menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan nominal Rp700 ribu yang selama ini diberitakan di tingkat nasional.
"Pengadaan itu tergantung instruksi dari pusat. Jika spesifikasi sudah sesuai biasanya kami dikondisikan. Karena sifatnya tersentralisasi dari Jakarta untuk seluruh Indonesia, seringkali untuk mempercepat proses, kewenangan dilimpahkan ke sekolah untuk pengadaan di daerah masing-masing," jelasnya.
3. Belum terima dari pusat

Selain permasalahan sepatu, pemenuhan kebutuhan seragam bagi para siswa di sekolah tersebut ternyata juga masih mengalami keterlambatan. Dari delapan jenis seragam yang dijanjikan bagi siswa, baru satu jenis saja yang telah diterima oleh pihak sekolah.
Siswa seharusnya mendapatkan seragam merah putih, pesiar, laboratorium, batik, PDH, jas, olahraga, hingga pramuka. Namun, hingga saat ini baru seragam merah putih yang telah dikirim langsung oleh vendor dari Jakarta ke sekolah.
"Kami masih menunggu dari Jakarta untuk sepatu maupun seragam," pungkasnya.


















