Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ratusan Rumah di Desa Adat Sade Ludes Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Kab. Lombok Tengah
Ratusan Rumah di Desa Adat Sade Ludes Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan kobaran api di Desa Wisata Adat Sade Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). (IDN Times/Istimewa)
  • Lebih dari 100 rumah di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, ludes terbakar pada Sabtu malam, sementara jumlah pasti bangunan terdampak masih didata.
  • Penyebab kebakaran belum diketahui dan tidak ada korban jiwa. Api cepat menjalar akibat atap ilalang, dinding pagar kayu, serta tiupan angin.
  • Petugas dari Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram masih memadamkan api hingga 23.48 WITA, dengan akses ke bagian tengah permukiman padat menjadi kendala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lombok Tengah, IDN Times - Ratusan rumah di desa wisata adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ludes terbakar pada Sabtu malam (22/8/2026). Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB, Mawardi, yang langsung turun ke lokasi mengungkapkan bahwa Tim Pemadam Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah dibantu Lombok Barat dan Kota Mataram, sedang memadamkan kobaran api di lokasi.

"Ini masih dalam proses memadamkan kebakaran dari petugas pemadam kebakaran karena saat ini apinya masih menjalar. Karena kesulitan juga masuk tim pemadam kebakaran ke bagian tengah karena ini kan padat penduduknya. Kalau jumlah rumah ada ratusan. Tapi jumlah pastinya kita tidak tahu. Yang jelas lebih dari 100 rumah yang terbakar," kata Mawardi.

  1. 1. Penyebab kebakaran belum diketahui, tidak ada korban jiwa

    1750233027707.jpg
    Kepala Bidang Kelembagaan Disparekraf NTB Mawardi. (dok. Istimewa)

    Mawardi menjelaskan belum diketahui penyebab kebakaran hebat yang melanda kampung tradisional Suku Sasak tersebut. Saat ini, petugas pemadam kebakaran masih berjibaku untuk memadamkan kobaran api.

    Informasi dari warga, kata Mawardi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa saya dapat informasi dari warga di sini. Cuma, boleh dikatakan untuk rumah tidak ada yang tersisa," kata dia.

  2. 2. Api cepat menjalar karena atap ilalang dan pagar kayu

    IMG-20260823-WA0005.jpg
    Kobaran api membubung tinggi di Desa Wisata Adat Sade Lombok Tengah, Sabtu malam (22/8/2026). (IDN Times/Istimewa)

    Dia mengungkapkan kobaran api cepat menjalar karena atap rumah warga di Desa Wisata Adat Sade berupa ilalang dan dinding rumah dari pagar kayu. Bahkan rumah yang berada di seberang jalan juga hampIr terbakar.

    "Bahkan di seberang jalan dekat Alfamart hampir terbakar juga. Karena disebabkan ada angin, dan mudahnya terbakar atap ilalang dan menggunakan pagar sebagai dindingnya. Ini yang menyebabkan cepat menjalarnya api," jelasnya.

  3. 3. Pemadam kebakaran Lombok Barat dan Kota Mataram ikut membantu memadamkan api

    IMG-20260823-WA0008.jpg
    Desa wisata adat Sade Lombok Tengah Terbakar, Sabtu malam (22/8/2026). (IDN Times/Istimewa)

    Mawardi menjelaskan pemadaman api di bagian tengah perkampungan penduduk agak kesulitan karena petugas harus memadamkan api di bagian pinggir jalan raya. Dia mengungkapkan hingga pukul 23.48 WITA, pada bagian tengah api masih belum dapat dipadamkan.

    "Pemadam kebakaran diperbantukan dari Lombok Tengah, kemudian dari Mataram juga dan Lombok Barat yang ikut membantu dalam memadamkan kebakaran ini. Mobil pemadam kebakaran dari Lombok Tengah ada lima, Lombok Barat dan Kota Mataram juga diperbantukan," kata Mawardi.

    Desa wisata adat Sade, merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Desa wisata ini merupakan ikon pariwisata di Lombok, NTB. Bahkan, Kementerian Pariwisata menjadikan desa wisata adat Sade sebagai pilot project program eco village sejak 2025 lalu. Desa Wisata Adat Sade dijadikan destinasi bebas sampah untuk mewujudkan destinasi wisata bersih yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More