Rincian Kebutuhan Mendesak 31.372 Pengungsi Gempa di Manggarai Timur

- Pengungsi gempa Flores di Manggarai Timur mencapai 31.372 jiwa per 20 Agustus 2026, terbanyak di Sambi Rampas dan Lamba Leda Utara.
- Satgas Manggarai Timur meminta tenda, pangan, obat, sanitasi, perlengkapan kelompok rentan, serta armada dan perangkat komunikasi untuk distribusi bantuan.
- BNPB mencatat total 83 korban meninggal, 907 luka-luka, dan 92.735 pengungsi akibat gempa Flores; lebih dari 16 ribu infrastruktur di Manggarai Timur rusak.
Kupang, IDN Times - Jumlah korban dan pengungsi akibat gempa Flores pada 15 Agustus lalu terus bertambah hingga Kamis (20/8/2026). Bersamaan dengan itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur mengeluarkan Surat Pernyataan Kebutuhan Mendesak.
Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat per hari tersebut, jumlah pengungsi tercatat mencapai 31.372 jiwa. Konsentrasi pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Sambi Rampas dengan 13.564 orang, disusul Kecamatan Lamba Leda Utara sebanyak 11.582 orang.
1. Daftar jenis tenda, pangan, medis hingga kelompok rentan

Korban gempa Flores di Sikka berdiam di tenda BNPB. (Dok BNPB) Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Manggarai Timur, Winsensius Jala, sekaligus Sekretaris Daerah Manggarai Timur dalam surat itu juga membuat daftar kebutuhan mendesak yang diperlukan.
Rincian yang diperlukan berupa 3.000 tenda pengungsi, 3.000 tenda posko, dan 1.000 tenda peleton. Untuk pangan, kebutuhan mendesaknya 10.000 ton beras, 25.000 dos mi, 10.000 rak telur, 1.900 liter minyak goreng, 20.000 kilogram gula, dan 10.000 dos air mineral.
Kemudian kebutuhan medis, satgas meminta 10.000 paket obat-obatan yang mencakup antara lain kasa, perban elastis, kasa elastis, alkohol 70 persen, iodin 10 persen, H2O2, etil klorida spray, jarum jahit, cat gut chromic, pembalut gips, dan soft band.
Ada pun kebutuhan dapur, sanitasi dan alat tidur juga diperlukan mencakup 10.000 velbed, 20.000 selimut, 25.000 tikar, 200 paket peralatan dapur, 100 tandon air berkapasitas 2.200 liter, 10.000 terpal, serta 1.000 senter.
Kemudian yang paling penting juga kebutuhan untuk kaum rentan di antaranya 2.000 dus popok bayi, 1.000 dus popok dewasa, 500 dus sabun mandi, 150 dus minyak telon, 500 dus pembalut, 100 dus susu bayi, 300 dus susu balita, dan 100 dus susu lansia.
2. Butuh alat print, Starlink hingga mobil double cabin

Proses evakuasi korban gempa Flores dengan cedera tulang dengan helikopter Basarnas. (Dok Basarnas) Selain logistik penyintas, operasional posko saat ini juga memerlukan dukungan sarana pendukung, yang meliputi lima unit laptop, lima unit printer, satu unit perangkat Starlink, 10 rim kertas A4, dua termos listrik, serta pasokan makan dan minum untuk 100 anggota Satgas selama satu bulan penuh.
Satgas turut menekankan pentingnya penguatan armada untuk memperlancar distribusi bantuan ke wilayah-wilayah terdampak. Kebutuhan tersebut mencakup empat unit mobil double cabin 4x4, dua unit dump truck, serta 24 unit perangkat Starlink guna mendukung komunikasi di lokasi bencana yang terisolasi.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sebanyak 27 orang meninggal dunia dan lebih dari 31 ribu warga mengungsi di Kabupaten Manggarai Timur. Sementara itu, lebih dari 16 ribu unit infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
3. Total pengungsi 92.735 jiwa

Korban gempa Flores di Sikka berdiam di tenda BNPB. (Dok BNPB) Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mencatat jumlah korban jiwa akibat gempa Flores per 20 Agustus pukul 18.00 WITA sebanyak 83 orang.
"Hari ini bertambah empat korban jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah 2 orang, Kabupaten Manggarai bertambah 1 orang dan Nagekeo bertambah 1 orang. Kami menyampaikan rasa duka yang sedalam-dalamnya," tukasnya.
Sementara total korban luka ada 907 jiwa dengan tambahan sebelumnya 9 orang dari Kabupaten Ngada. Saat ini pun jumlah pengungsi bertambah banyak. BNPB mencatat ada 92.735 jiwa yang mengungsi dari data semula 59.647 jiwa.
"Sehingga dalam catatan kami bertambah 33.088 jiwa. Rincian pengungsi terbanyak dari Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa bertambah. Di Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa. Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.555 jiwa," tandasnya.
















![[BREAKING] Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Ruteng NTT pada 20 Agustus 2026](https://image.idntimes.com/post/20260815/whatsapp-image-2026-08-15-at-08_e9d4c739-eac8-4ff1-b066-490302a95dd6.jpeg)


