Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kekhawatiran Ahmad Zaki sebelum Wafat terhadap Korban Gempa NTT

Kota Mataram
Kekhawatiran Ahmad Zaki sebelum Wafat terhadap Korban Gempa NTT
Ahmad Zaki Ali dari Yayasan Gerak Bareng meninggal saat dalam misi kemanusiaan di Flores pasca gempa. (Instagram.com/Ahmad Zaki Ali)
  • Relawan Ahmad Zaki Ali meninggal saat mendistribusikan bantuan bagi korban gempa Flores di Manggarai Timur, Jumat 21 Agustus 2026, setelah enam hari berada di NTT.
  • Dalam video terakhirnya, Zaki menyebut kondisi pengungsi masih mengkhawatirkan akibat gempa susulan, kerusakan rumah, jalan retak, ancaman longsor, meski 317 keluarga telah menerima bantuan.
  • Jenazah Zaki disemayamkan di Masjid Nurul Huda Reo dan dijadwalkan dipulangkan ke Jakarta melalui Labuan Bajo untuk dikebumikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Kabar duka menyelimuti korban dan relawan gempa NTT setelah kepergian Ahmad Zaki Ali. Ia dalah seorang relawan yang gugur dalam misi kemanusiaannya di Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026). Ia mengembuskan napas terakhir ketika sedang mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa Flores.

Kepergian Ahmad Zaki yang tiba-tiba di tengah tugas pelayanannya sontak mengundang ucapan duka dan rasa tak percaya dari berbagai pihak. Ucapan tersebut juga memenuhi kolom komentar pada video terakhir yang diunggah Ahmad Zaki di akun Instagram miliknya, hanya beberapa jam sebelum ia meninggal. Pada unggahan itu, ia sempat menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi korban gempa di lokasi pengungsian.

"Kondisi saat ini memang masih mengkhawatirkan, ditambah gempa susulan sejak hari pertama gempa," ujarnya seraya menyebutkan bahwa video tersebut direkam saat guncangan gempa masih terasa.

  1. 1. Masih mengkhawatirkan kondisi masyarakat Flores

    Korban gempa Flores di Sikka berdiam di tenda BNPB. (Dok BNPB)
    Korban gempa Flores di Sikka berdiam di tenda BNPB. (Dok BNPB)

    Dalam video terakhir yang diunggahnya, ia tampak sehat dan bugar, serta terlihat sedang berada di sebuah posko. Ia menyebutkan bahwa dirinya sudah enam hari berada di NTT sejak gempa pertama mengguncang pada 15 Agustus lalu.

    Pendiri Yayasan Gerak Bareng tersebut menyampaikan, sebagian besar amanah dari para donatur sudah mulai disalurkan. Sebanyak 317 keluarga di wilayah Reok dan Lamba Leda telah terbantu. Dapur umum juga sudah didirikan di beberapa titik berkat bantuan yang terus mengalir.

    Meski demikian, ia mengakui kondisi masyarakat terdampak secara keseluruhan masih amat mengkhawatirkan. Rumah-rumah yang ditinggalkan warga kondisinya semakin parah akibat gempa susulan yang belum mereda. Jalanan yang retak, terbelah, serta ancaman longsor juga membuat tim relawan kesulitan menjangkau wilayah lain yang membutuhkan bantuan.

  2. 2. Berharap dapat berbuat baik di setiap kesempatan

    Ahmad Zaki Ali (kiri) dari Yayasan Gerak Bareng meninggal saat dalam misi kemanusiaan di Flores pasca gempa. (Instagram.com/Ahmad Zaki Ali)
    Ahmad Zaki Ali (kiri) dari Yayasan Gerak Bareng meninggal saat dalam misi kemanusiaan di Flores pasca gempa. (Instagram.com/Ahmad Zaki Ali)

    Ia pun berharap dan berdoa agar seluruh masyarakat yang selamat, maupun petugas dan relawan yang berada di lapangan, selalu mendapat keselamatan dan perlindungan.

    "Saya tidak berharap apa pun kecuali Allah menjaga kita semua, baik relawan maupun para penyintas. Yang pasti, sampai hari ini kita masih membutuhkan support dari orang-orang baik semua," ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa berbagai dukungan yang sudah mengalir melalui yayasannya sangat membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 tersebut sejak 15 Agustus lalu.

    "Karena wasilah (perantara) tersebutlah yang bisa menegakkan tulang para penyintas di sini untuk bisa kembali berdiri kokoh menghadapi ujian yang sedang Allah berikan," lanjutnya dalam video tersebut.

    Di pengujung video, ia berpesan agar kemurahan dan kesempatan hidup yang diberikan Sang Pencipta benar-benar dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan di dunia.

    "Mudah-mudahan ini jadi kebaikan bagi kita semua karena Allah masih menjaga kita. Allah masih memberi kita kesempatan untuk terus berbuat baik," pungkasnya.

  3. 3. Akan dikebumikan di Jakarta

    Proses evakuasi korban gempa Flores dengan cedera tulang dengan helikopter Basarnas. (Dok Basarnas)
    Proses evakuasi korban gempa Flores dengan cedera tulang dengan helikopter Basarnas. (Dok Basarnas)

    Ahmad Zaki sendiri diketahui menjalankan misi bantuan korban gempa di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, sebelum kolaps dan meninggal dunia.

    Jenazahnya disemayamkan di Masjid Nurul Huda Reo dan rencananya akan dipulangkan ke rumah duka di Jakarta pada Sabtu pagi. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman membenarkan proses pemulangan pria 41 tahun ini. Helikopter Basarnas akan menjemputnya lalu menuju Labuan Bajo, untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Internasional Komodo.

    Ahmad Zaki Ali dikenang sebagai figur guru, ustaz, sekaligus sahabat yang penuh inspirasi dan dedikasi dengan pernah membantu pengungsi Gaza di Yordania pada 2025 dan menyalurkan zakat hingga ke Agats, Papua Selatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More