Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lahir di Garasi Puskesmas saat Gempa, Bayi Diberi Nama Gempita Aurora Dewata

Kota Mataram
Lahir di Garasi Puskesmas saat Gempa, Bayi Diberi Nama Gempita Aurora Dewata
Bayi yang lahir saat gempa di garasi Puskesmas Watunggong, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Kemenkes RI)
  • Seorang ibu melahirkan normal di garasi puskesmas yang dijadikan ruang bersalin setelah bangunan utama rusak berat, tepat ketika gempa susulan terjadi pada 22 Agustus 2026.
  • Tim kesehatan memastikan persalinan aman melalui pemeriksaan awal, peralatan puskesmas yang lengkap, serta kesiapan rujukan ke rumah sakit bila muncul kondisi gawat darurat.
  • Bayi perempuan seberat 3,3 kilogram lahir sehat dan menangis kuat; setelah menyusui dini, ia diberi nama Gempita Aurora Dewata atas usulan Budiman yang disetujui orangtuanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Di tengah situasi tanggap darurat bencana, seorang ibu hamil bernama Maria Herni Sari berhasil menjalani persalinan di area fasilitas medis sementara Puskesmas Watunggong Desa Satar Nawang, Kecamatan Congkar, Kabupaten Manggarai Timur. Proses kelahiran tersebut berlangsung di sebuah garasi puskesmas yang dialihfungsikan sebagai ruang bersalin karena bangunan utama puskesmas rusak berat.

Bayi tersebut lahir tepat saat guncangan gempa bumi susulan sedang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (22/8/2026). Meskipun menegangkan, proses kelahiran berjalan secara normal tanpa hambatan maupun komplikasi medis.

"Garasi sudah bagus, dibuat dinding, mereka melahirkan di situ. Begitu saya sampai, ada gempa. Begitu ada gempa, ibu hamil (itu) langsung melahirkan," ungkap Ketua Tim Kerja Tanggap Darurat dan Klaster Kesehatan Pusat Krisis Keshatan Kemenkes RI, Budiman kepada IDN Times, Sabtu (22/8/2026).

  1. 1. Kesiapan tim kesehatan dalam kondisi darurat

    Tim Kesehatan saat memeriksa kondisi pengungsi di Manggarai Barat. (Dok. Dinkes Manggarai Barat)
    Tim Kesehatan saat memeriksa kondisi pengungsi di Manggarai Barat. (Dok. Dinkes Manggarai Barat)

    Kelancaran proses kelahiran tidak lepas dari kesiapan para tenaga medis yang bersiaga di lokasi bencana. Bidan yang bertugas telah melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan tidak ada kendala atau kondisi sulit pada ibu hamil tersebut.

    Walaupun menggunakan garasi darurat, perlengkapan persalinan yang digunakan dari puskesmas masih sangat lengkap. Tim medis juga telah menyiapkan skenario rujukan ke rumah sakit jika ada keadaan gawat darurat.

    "Alhamdulillah normal. Alat-alat yang digunakan dari puskesmas masih lengkap. Memang Ibu Bidan mengatakan, memang risiko di sini. Tapi sudah diperiksa, tidak ada penyulit, jadi bisa di sini. Seandainya ada penyulit, pasti kami rujuk," jelas Budiman.

  2. 2. Bayi lahir dalam kondisi sehat

    Bayi yang lahir saat gempa di garasi Puskesmas Watugong, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Kemenkes RI)
    Bayi yang lahir saat gempa di garasi Puskesmas Watugong, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Kemenkes RI)

    Bayi yang dilahirkan dalam keadaan darurat tersebut dipastikan berada dalam kondisi yang sangat sehat. Berat badan bayi tercatat mencapai 3,3 kilogram dan merespons dunia luar dengan tangisan yang sangat kuat.

    Sang ibu juga berhasil memulihkan tenaganya setelah mendapatkan asupan makanan dan minuman yang cukup. Saat ini, ibu dan bayi sedang beristirahat dengan tenang usai proses inisiasi menyusui dini selesai dilakukan.

    "Tapi prosesnya lancar, tidak ada penyulit. Bayinya menangis kuat, beratnya 3,3 kg. Kalau orangtuanya sudah makan, sudah minum, sudah memberikan ASI ke bayi, sekarang istirahat. Alhamdulillah aman," kata Budiman menambahkan.

  3. 3. Diberi nama Gempita Aurora Dewata

    Bayi yang lahir saat gempa di garasi Puskesmas Watugong, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Kemenkes RI)
    Bayi yang lahir saat gempa di garasi Puskesmas Watugong, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Kemenkes RI)

    Kehadiran Ketua Tim Tanggap Darurat Kemenkes di lokasi persalinan membawa cerita unik tersendiri bagi keluarga pasien. Pihak keluarga secara khusus meminta Budiman untuk memberikan nama bagi bayi perempuan yang baru lahir tersebut.

    Mengingat momen kelahirannya yang bertepatan dengan guncangan alam, nama yang disematkan memiliki makna yang mendalam. Kedua orangtua langsung berdiskusi dan menyetujui usulan nama indah yang diberikan oleh perwakilan kementerian itu.

    "Diminta kasih nama. Saya usul Gempita Aurora Dewata, orangtuanya diskusi dan setuju," ucap Budiman menceritakan momen berkesan tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More