Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hanya 30 Sekolah yang Belajar Tatap Muka usai Gempa di Flores NTT

Kota Mataram
Hanya 30 Sekolah yang Belajar Tatap Muka usai Gempa di Flores NTT
Salah satu sekolah terdampak gempa Flores, NTT. (Dok Disdikbud NTT)
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores merusak 1.378 satuan pendidikan, termasuk 502 sekolah rusak berat, berdampak pada 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan.
  • Dari 8.664 ruang kelas, 5.521 mengalami kerusakan. Pembelajaran 116.324 murid terganggu; hanya 30 sekolah masih tatap muka, sementara lainnya belajar mandiri, daring, atau di kelas darurat.
  • Kementerian terus memperbarui data kerusakan dan memperkuat pos pendidikan. BNPB menyalurkan 729 ton bantuan pangan dan nonpangan sejak 15 hingga 20 Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, melaporkan sebanyak 1.378 unit sekolah atau satuan pendidikan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring masih seringnya terjadi gempa susulan pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang melanda wilayah itu pada 15 Agustus lalu.

Atip menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers daring bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (20/8/2026). Ia menyebutkan, saat ini hanya tersisa 30 sekolah yang masih dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, kementerian terus memantau dan menyiapkan skema pembelajaran darurat yang paling tepat untuk diterapkan bagi para siswa korban gempa di lapangan.

  1. 1. Jumlah guru dan murid yang dirugikan

    Wakil Menteri Kemendikdasmen RI, Atip Latipulhayat. (YouTube/BNPB)
    Wakil Menteri Kemendikdasmen RI, Atip Latipulhayat. (YouTube/BNPB)

    Atip merinci, gempa yang sempat berpotensi tsunami tersebut menyebabkan ratusan sekolah mengalami kerusakan parah, yang berdampak langsung pada keselamatan serta aktivitas belajar para murid dan guru.

    "Di sektor pendidikan, gempa bumi berdampak terhadap 1.378 satuan pendidikan dengan 502 sekolah di antaranya dilaporkan rusak berat di tujuh kabupaten, yang meliputi 177.678 murid serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan," ujar Atip.

    Dari total 8.664 ruang kelas yang terdata, kata dia, sebanyak 5.521 ruangan mengalami kerusakan. Sebanyak 2.229 ruangan di antaranya bahkan mengalami rusak berat atau rusak total.

    "Secara keseluruhan, ada 63,7 persen ruang kelas yang mengalami kerusakan," tambahnya.

    Selain ruang kelas, fasilitas penunjang lainnya seperti laboratorium, perpustakaan, sarana sanitasi, hingga rumah dinas guru turut mengalami kerusakan akibat gempa yang terjadi lima hari lalu tersebut.

  2. 2. Sebut 30 sekolah masih belajar tatap muka

    Wakil Menteri Kemendikdasmen RI, Atip Latipulhayat memberi data dampak gempa Flores NTT. (YouTube/BNPB)
    Wakil Menteri Kemendikdasmen RI, Atip Latipulhayat memberi data dampak gempa Flores NTT. (YouTube/BNPB)

    Bencana ini berdampak langsung pada proses pembelajaran bagi 116.324 murid yang terganggu. Untuk saat ini, lanjut Atip, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar mengikuti kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, terkait penerapan belajar dari rumah maupun di posko pengungsian.

    "Langkah ini diambil untuk menghindari bangunan sekolah yang berpotensi roboh dan membahayakan keselamatan akibat gempa susulan yang masih terus berlangsung," sambungnya.

    Berdasarkan data yang ada, kegiatan belajar dari rumah atau secara mandiri diterapkan oleh 923 satuan pendidikan yang terpaksa diliburkan sementara. Selain itu, sebanyak 171 satuan pendidikan melaksanakan pembelajaran secara online atau dalam jaringan (daring).

    "Lainnya, ada 35 sekolah yang sudah mulai belajar di kelas darurat, dan 30 sekolah masih bertahan menggelar pembelajaran tatap muka," pungkasnya.

  3. 3. Tetap perbarui data korban dan fasilitas yang rusak

    Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan sekaligus Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton Panjaitan. (YouTube/BNPB)
    Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan sekaligus Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton Panjaitan. (YouTube/BNPB)

    Pihaknya akan terus memperbarui data dampak dan kebutuhan secara berkala guna memastikan pemenuhan fasilitas pendidikan dapat segera ditindaklanjuti.

    "Selanjutnya, yang sudah kami lakukan adalah mendata dampak serta memperkuat pos pendidikan di masing-masing kabupaten terdampak," ujar Atip.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan sekaligus Direktur Peringatan Dini BNPB, Berton Panjaitan, mengungkapkan bahwa distribusi bantuan logistik telah mencapai 729 ton.

    "Jumlah total distribusi bantuan dari hari pertama hingga tanggal 20, yaitu dari tanggal 15 sampai 20 Agustus 2026 ini, sebesar 729 ton. Sekali lagi, 729 ton, baik yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP0 BNPB maupun dari berbagai donasi," kata Berton.

    Bantuan tersebut mencakup logistik pangan dan nonpangan. Bantuan pangan di antaranya terdiri atas paket sembako, makanan siap saji, mi instan, dan obat-obatan. Sementara itu, bantuan nonpangan meliputi tenda, matras, selimut, kasur, velbed, perangkat kebersihan (hygiene kit), hingga genset.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More