Target 145 Ribu Penonton, Tiket MotoGP 2026 Sudah Terjual 50 Persen

- MotoGP Mandalika 2026 digelar 9–11 Oktober di Lombok Tengah, menargetkan 145 ribu penonton; hampir 50 persen tiket telah terjual kurang dari dua bulan sebelum acara.
- Panitia memperbaiki catatan 2025, meliputi kesiapan bandara, transportasi, akomodasi, penerangan, jalan, akses disabilitas, serta side event di destinasi Lombok dan paket Rinjani.
- Koordinasi lintas pihak menyiapkan sirkuit, keamanan, kesehatan, 130 shuttle bus, dan infrastruktur; kajian Bappenas memperkirakan MotoGP 2025 menambah Rp0,88–1,21 triliun bagi ekonomi NTB.
Mataram, IDN Times - Penyelenggaraan balap motor bergengsi di dunia, MotoGP Mandalika 2026, kurang dari dua bulan lagi digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB. Tahun ini, penyelenggara menargetkan jumlah penonton sebanyak 145 ribu orang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTB Ahmad Nur Aulia mengungkapkan tiket yang terjual hingga saat ini sudah mencapai 50 persen. Dia optimistis, tiket MotoGP Mandalika akan ludes terjual hingga menjelang pelaksanaan event.
"Targetnya 145 ribu penonton. Update terakhir, angkanya sudah hampir 50 persen tiket sudah terjual," kata Aulia usai Raat koordinasi panitia daerah persiapan MotoGP Mandalika 2026 di Kantor Gubernur NTB, Jumat (21/8/2026).
1. Tindaklanjuti catatan pelaksanaan MotoGP 2025

Kepala Disparekraf NTB Ahmad Nur Aulia. (IDN Times/Muhammad Nasir) Aulia menjelaskan panitia daerah akan memperbaiki apa yang menjadi catatan pelaksanaan MotoGP Mandalika tahun sebelumnya. Seperti kesiapan bandara, transportasi, akomodasi, lampu penerangan jalan dan perbaikan infrastruktur jalan yang ada kerusakan di bypass Mandalika, Lombok Tengah.
"Setiap tahun ada analisis dan evaluasinya, itu yang titik tekannya kita optimalkan. Ada juga catatan penyelenggara, bahwa sekarang ada akses khusus untuk penyandang disabilitas," kata dia.
Selain itu, side event MotoGP diharapkan tidak saja digelar di venue utama Sirkuit Mandalika. Namun, side event meskipun skalanya kecil juga perlu digelar di kawasan destinasi wisata lainnya di Pulau Lombok.
"Walaupun skalanya tidak besar, harus dimanfaatkan kawasan destinasi. Perlu ada atraksi-atraksi di kawasan destinasi lainnya," kata dia.
2. Tawarkan paket wisata ke Gunung Rinjani untuk kru dan pembalap MotoGP

Tari gandrung Lombok menyambut para pembalap MotoGP sebelum kegiatan penanaman terumbu karang dan bersih Pantai Kuta Mandalika, Kamis (12/10/2023). (IDN Times/Muhammad Nasir) Pada tahun ini, Disparekraf NTB bersama agen perjalanan wisata alam menawarkan paket-paket wisata kepada kru dan pembalap MotoGP untuk dapat menikmati Gunung Rinjani. Karena pada tahun sebelumnya, ada juga kru MotoGP yang berlibur menikmati keindahan Gunung Rinjani.
"Itu yang kita harapkan, orang yang datang berkenaan dengan MotoGP tidak hanya menikmati di sekitar Sirkuit saja. Tetapi bisa menikmati semua destinasi. Kita lakukan bersama travel agen untuk membuat paket-paket menarik," ujar Aulia.
MotoGP Mandalika 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Pada 2025, event ini mencatat multiplier effect ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun, mendorong aktivitas ekonomi lebih dari 600 UMKM, menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, serta menghadirkan 140.324 penonton selama tiga hari penyelenggaraan.
3. Hasil kajian Bappenas terkait MotoGP Mandalika 2025

Penonton MotoGP Mandalika, Sabtu (4/10/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir) Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa MotoGP Mandalika 2026 merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh stakeholder. Menurutnya, pengembangan kawasan Mandalika dan penyelenggaraan MotoGP telah menjadi bagian dari ekosistem yang ikut mendorong aktivitas ekonomi di NTB, melalui keterhubungan dengan sektor pariwisata, UMKM, akomodasi, transportasi, serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi NTB yang mencapai 13,64 persen pada Triwulan I 2026 menunjukkan bahwa NTB menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara nasional. Karena itu, kami akan terus memperkuat kolaborasi agar penyelenggaraan event ini semakin memberikan manfaat dan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat NTB,” kata Iqbal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi NTB pada Triwulan I 2026 tumbuh 13,64 persen secara tahunan (year-on-year), menempatkan NTB sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua secara nasional. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif perkembangan aktivitas ekonomi di NTB, di tengah penguatan ekosistem pariwisata dan event internasional di wilayah tersebut.
Sejalan dengan itu, kajian Bappenas bertajuk “MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata” memperkirakan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 memberikan tambahan nilai tambah bruto sebesar Rp0,88–1,21 triliun bagi perekonomian NTB, atau setara 0,47–0,63 persen terhadap PDRB NTB 2025. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan event internasional di Mandalika memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi yang lebih luas di daerah.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan, skala dan dampak MotoGP Mandalika menjadikan event ini bukan sekadar ajang balap level global, tetapi juga sebagai momentum strategis memperkuat daya tarik Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia, membangun ekosistem motorsport nasional, serta menghadirkan kebanggaan Indonesia di panggung internasional.
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika turut memperkuat eksistensi Mandalika di panggung internasional, sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia. Kehadiran event balap kelas dunia tersebut sekaligus membawa nama Mandalika semakin dikenal di dunia.
“Momentum ini juga menjadi bagian dari perjalanan membangun ekosistem motorsport nasional dan membuka ruang bagi talenta Indonesia untuk tumbuh serta bersaing di level dunia. Tahun ini menjadi semakin istimewa dengan Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang membawa nama Indonesia di kejuaraan dunia. Kami ingin momentum ini menjadi sumber kebanggaan sekaligus inspirasi bagi generasi muda Indonesia,” ujar Fajar.
Semangat tersebut semakin kuat dengan kiprah dua talenta Indonesia, Mario Suryo Aji yang berkompetisi di Moto2 World Championship dan Veda Ega Pratama di Moto3 World Championship. Kehadiran keduanya menjadi representasi semangat The Rise of Indonesian Heroes yang menjadi salah satu pesan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Sementara itu, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menyampaikan, persiapan penyelenggaraan terus dimatangkan melalui koordinasi intensif bersama seluruh stakeholder. Koordinasi mencakup berbagai aspek yang saling terintegrasi, mulai dari kesiapan di Sirkuit Mandalika hingga dukungan mobilitas, keamanan, infrastruktur, kesehatan, akomodasi, dan pelayanan bagi penonton.
Pada aspek mobilitas, antara lain dipersiapkan kebutuhan 130 unit shuttle bus di dalam kawasan Mandalika, serta dukungan transportasi pada jalur Selaparang–Bandara Internasional Lombok– Mandalika. Koordinasi juga mencakup pengamanan mobilitas penonton dan area event, kesiapan layanan medis race dan non-race, infrastruktur jalan, penguatan promosi destinasi, hingga sinkronisasi Satgas Gabungan yang melibatkan unsur keamanan, penanggulangan bencana, kesehatan, dan kebersihan.














![[BREAKING] Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Ruteng NTT pada 20 Agustus 2026](https://image.idntimes.com/post/20260815/whatsapp-image-2026-08-15-at-08_e9d4c739-eac8-4ff1-b066-490302a95dd6.jpeg)



