Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penting! Cara Cegah Hipotermia saat Mendaki Gunung Rinjani

Penting! Cara Cegah Hipotermia saat Mendaki Gunung Rinjani
Suasana Savana Propok, Taman Nasional Gunung Rinjani saat cuaca dingin. (dok. BTNGR)
Share Article

Mataram, IDN Times - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengimbau para pendaki untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hipotermia. Hal ini seiring dengan terjadinya penurunan suhu ekstrem di kawasan Gunung Rinjani dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala BTNGR, Budhy Kurniawan, mengingatkan bahwa cuaca dingin di area pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat pendaki sedang beristirahat atau berada di area terbuka yang terpapar angin kencang.

"Cuaca dingin di pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat beristirahat atau berada di area terbuka yang berangin. Jangan terkecoh oleh cuaca siang yang cerah, karena suhu dapat berubah drastis ketika malam tiba," kata Budhy, Selasa (2/6/2026).

1. Pendakian yang aman dimulai dari persiapan matang

IMG-20250809-WA0024.jpg
Ilustrasi pendaki di Gunung Rinjani. (IDN Times/Istimewa)

Dia menegaskan bahwa pendakian yang aman dimulai dari persiapan yang matang. Dia mengajak para pendaki untuk menikmati keindahan Gunung Rinjani dengan tetap mengutamakan keselamatan.

"Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan kondisi alam, keindahan panorama Gunung Rinjani tetap dapat dinikmati dengan aman dan nyaman tanpa harus mempertaruhkan keselamatan diri," ujarnya.

2. Penyebab cuaca dingin di Lombok

IMG-20250809-WA0020.jpg
Ilustrasi pendaki di Gunung Rinjani. (IDN Times/Istimewa)

Beberapa hari terakhir, suhu udara di Pulau Lombok terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Berdasarkan informasi BMKG, kata Budhy, kondisi ini merupakan tanda bahwa wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) telah memasuki musim kemarau.

Saat musim kemarau, udara cenderung lebih kering sehingga suhu pada malam dan pagi hari dapat turun cukup signifikan, terutama di kawasan pegunungan seperti Gunung Rinjani. Beberapa faktor yang menyebabkan suhu terasa lebih dingin antara lain minimnya tutupan awan sehingga panas bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari.

Kemudian aktifnya angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan lebih dingin. Selain itu, rendahnya kelembapan udara yang membuat suhu terasa semakin sejuk.

3. Cara mencegah hipotermia saat mendaki Gunung Rinjani

IMG_20250701_065518_196.jpg
Wisatawan mancanegara menikmati keindahan Sembalun dari Bukit Selong Kawasan Gunung Rinjani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Untuk mencegah risiko hipotermia akibat cuaca dingin ini, Budhy meminta para pendaki mempersiapkan fisik dan logistik secara matang. Bagi yang akan melakukan pendakian, agar memastikan untuk mempersiapkan diri dengan baik.

Para pendaki diminta membawa jaket dan pakaian hangat yang memadai. Kemudian menggunakan sleeping bag yang sesuai untuk suhu pegunungan. Selanjutnya, menjaga kondisi fisik dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

Selain itu, para pendaki agar memastikan seluruh perlengkapan pendakian dalam kondisi baik dan lengkap. Serta selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum memulai pendakian di Gunung Rinjani.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Anak Dituntut 13 Tahun Penjara, Orangtua Radit Menangis Histeris

02 Jun 2026, 19:29 WIBNews