Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Penjabat (Pj) Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi menegaskan bahwa mahasiswa yang masih kuliah di luar negeri saat ini lewat program beasiswa NTB era Zul - Rohmi akan tetap dituntaskan. Untuk kelanjutan program beasiswa luar negeri, dirinya sudah meminta Penjabat Sekda NTB dan Asisten untuk melakukan evaluasi.
Dari hasil evaluasi, program beasiswa luar negeri tidak dilanjutkan dan fokus menuntaskan mahasiswa yang sedang kuliah. "Kalau yang sedang mengikuti, on going tetap dibiayai. Ini kemanusiaan, bagaimana agar mereka tuntas," kata Gita.
Gita menjelaskan program beasiswa luar negeri merupakan kampanye politik era Zul - Rohmi. Janji politik itu kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2018 - 2023. Dalam RPJMD itu, Pemprov NTB punya target 1.000 cendekia lewat program beasiswa NTB.
Pada era kepemimpinan Gubernur Zulkieflimansyah, target tersebut telah terlampaui. Selain mengirim mahasiswa ke luar negeri, Pemprov NTB juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa di dalam negeri. Awalnya program beasiswa luar negeri tidak menggunakan anggaran daerah atau APBD karena itu bukan kewenangan pemerintah provinsi, tetapi pemerintah pusat.
Gubernur sebelumnya menyampaikan bahwa sumber pendanaan program beasiswa keluar negeri berasal dari corporate social responsibility (CSR). Namun faktanya di tengah perjalanan, program beasiswa NTB menggunakan APBD NTB.
Menurut Gita, tidak ada yang salah dari kebijakan tersebut sehingga program beasiswa NTB selanjutnya dibiayai lewat APBD.
Sekarang di masa kepemimpinannya sebagai Pj Gubernur NTB, tidak ada kampanye politik terkait program beasiswa NTB yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024.
Gita menegaskan program beasiswa NTB bukan tidak penting.
Sesuai kewenangan pemerintah provinsi untuk jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB akan melakukan penguatan bahasa Inggris untuk siswa SMA/SMK sederajat kelas III.
Dengan memberikan penguatan agar TOEFL dan IELTS mereka lebih baik sehingga program beasiswa yang ditawarkan kementerian dan lembaga dunia bisa diakses oleh anak-anak NTB.