Program Beasiswa Disetop, 115 Mahasiswa NTB Masih Kuliah di LN

Mataram, IDN Times - Pemprov NTB menyetop program beasiswa luar negeri mulai 2024 mendatang. Penghentian program unggulan era Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2018 - 2023, Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah alias Zul - Rohmi membuat sejumlah mahasiswa NTB penerima program beasiswa merasa khawatir.
"Ada beberapa yang menghubungi kami. Namun kami jelaskan bahwa pemerintah menegaskan tetap akan membiayai mahasiswa kita yang kuliah sampai 2024. Sehingga tidak perlu khawatir," kata Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Lalu Lauhul Hamdi di Mataram, Kamis (23/11/2023).
1. Sebanyak 115 mahasiswa NTB masih kuliah di luar negeri

Hamdi menjelaskan mahasiswa NTB penerima beasiswa yang sedang kuliah di luar negeri tetap dibiayai sampai tuntas. Pemprov NTB hanya menghentikan pengiriman mahasiswa baru lewat program beasiswa mulai 2024.
"Untuk mahasiswa yang on going, karena SK-nya tahun 2024. Itu sudah dipastikan dibiayai oleh pemerintah daerah," terangnya.
Hamdi menyebutkan jumlah mahasiswa NTB penerima beasiswa luar negeri yang masih kuliah sampai 2024 dan 2025 sebanyak 115 orang. Dengan rincian, Malaysia 81 orang dan tuntas pada Maret 2024, Polandia 24 orang tuntas pada September 2024.
Kemudian Ceko sebanyak 5 orang, tuntas pada 2025 dan Cina sebanyak 5 orang tuntas pada 2025. Namun khusus untuk penerima beasiswa ke Cina, mendapatkan beasiswa dari kampus di sana. Pemprov NTB hanya memberikan memfasilitasi tiket perjalanan dan biaya visa.
2. Penerima beasiswa luar negeri sebagian besar sudah kembali ke NTB

Hamdi menambahkan sebagian besar penerima beasiswa sudah kembali ke NTB setelah menamatkan pendidikannya di luar negeri. Tetapi ada juga yang setelah tamat bekerja di perusahaan-perusahaan luar negeri.
"Secara pribadi, dia mendapatkan keuntungan, dia juga bisa membantu keluarganya di Indonesia. Tapi tidak banyak. Selebihnya balik ke NTB kembali mengabdi sebagai dosen dan komunitasnya," ucap Hamdi.
Para penerima beasiswa luar negeri yang dibiayai Pemprov NTB ada yang berlatar belakang guru, dosen, ketua yayasan hingga pengusaha. Mereka rata-rata sudah kembali ke NTB.
"Hanya sebagian kecil kok yang berada di luar negeri. Itu pun mereka melanjutkan di luar negeri karena mendapatkan peluang beasiswa S3. Yang bekerja di luar negeri juga ada. Anak NTB bekerja di perusahaan-perusahaan luar negeri," terang Hamdi.
3. Pj Gubernur NTB: fokus menuntaskan yang sedang kuliah

Penjabat (Pj) Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi menegaskan bahwa mahasiswa yang masih kuliah di luar negeri saat ini lewat program beasiswa NTB era Zul - Rohmi akan tetap dituntaskan. Untuk kelanjutan program beasiswa luar negeri, dirinya sudah meminta Penjabat Sekda NTB dan Asisten untuk melakukan evaluasi.
Dari hasil evaluasi, program beasiswa luar negeri tidak dilanjutkan dan fokus menuntaskan mahasiswa yang sedang kuliah. "Kalau yang sedang mengikuti, on going tetap dibiayai. Ini kemanusiaan, bagaimana agar mereka tuntas," kata Gita.
Gita menjelaskan program beasiswa luar negeri merupakan kampanye politik era Zul - Rohmi. Janji politik itu kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2018 - 2023. Dalam RPJMD itu, Pemprov NTB punya target 1.000 cendekia lewat program beasiswa NTB.
Pada era kepemimpinan Gubernur Zulkieflimansyah, target tersebut telah terlampaui. Selain mengirim mahasiswa ke luar negeri, Pemprov NTB juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa di dalam negeri. Awalnya program beasiswa luar negeri tidak menggunakan anggaran daerah atau APBD karena itu bukan kewenangan pemerintah provinsi, tetapi pemerintah pusat.
Gubernur sebelumnya menyampaikan bahwa sumber pendanaan program beasiswa keluar negeri berasal dari corporate social responsibility (CSR). Namun faktanya di tengah perjalanan, program beasiswa NTB menggunakan APBD NTB.
Menurut Gita, tidak ada yang salah dari kebijakan tersebut sehingga program beasiswa NTB selanjutnya dibiayai lewat APBD.
Sekarang di masa kepemimpinannya sebagai Pj Gubernur NTB, tidak ada kampanye politik terkait program beasiswa NTB yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024.
Gita menegaskan program beasiswa NTB bukan tidak penting.
Sesuai kewenangan pemerintah provinsi untuk jenjang pendidikan SMA/SMK sederajat, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB akan melakukan penguatan bahasa Inggris untuk siswa SMA/SMK sederajat kelas III.
Dengan memberikan penguatan agar TOEFL dan IELTS mereka lebih baik sehingga program beasiswa yang ditawarkan kementerian dan lembaga dunia bisa diakses oleh anak-anak NTB.





















