Mataram, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB mencatat sekitar 2.500 anak jenjang pendidikan SMA/SMK dan sederajat putus sekolah atau drop out (DO) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk menekan jumlah anak yang putus sekolah, Dinas Dikbud NTB memberikan akses kepada anak-anak tersebut melanjutkan studinya dengan membuka SMA Terbuka di Kabupaten/Kota yang ada di NTB.
"Untuk jenjang pendidikan menengah sisa 0,015 persen anak yang putus sekolah. Tapi angkanya itu jumlahnya banyak hampir 2.500 orang," sebut Kepala Dinas Dikbud NTB Aidy Furqan di Mataram, Selasa (2/5/2023).
